Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Zakky Mubarak Jelaskan Pentingnya Membaca Shalawat 

KH Zakky Mubarak Jelaskan Pentingnya Membaca Shalawat 
Ilustrasi Shalawat: NU Online
Ilustrasi Shalawat: NU Online

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zaky Mubarak, mengatakan, pentingnya orang-orang mukmin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut diungkapkan pada sambutan kegiatan Pembacaan Burdah, Shalawat Nariyah dan Doa untuk Keselamatan Bangsa dari Wabah, Selasa (13/7).

Ia mengungkapkan, suatu ketika ada acara yang dibimbing oleh Rasulullah SAW, para sahabat duduk berdekatan dengan Nabi, tiba-tiba ada salah seorang sahabat dari belakang maju kedepan untuk mendekati Nabi.

Setelah itu, sahabat tersebut melontarkan pertanyaan yang amat singkat.

"Ia katakan, Ya rasulallohi, mata as-saa'ah? Rasulullah, kapan hari kiamat itu? Ini pertanyaan sahabat tadi mengenai kapan hari kiamat tidak ada yang tahu kecuali Allah SWT. Malaikatpun tidak tahu, semua Nabi ngga tahu, apalagi kita. Nah, ini pertanyaan kapan kiamat? Waktu nabi ditanya oleh malaikat jibril, ketika itu jibril datang kepada nabi dan para sahabatnya menyerupai seorang laki-laki menanyakan juga tentang kiamat itu. Apa kata nabi? Mal mas ulu anha bia'lama minassaail, Yang ditanya itu tidak lebih tahu daripada yang bertanya, Sama-sama ga tahu," ungkap Kiai Zakky.

Anehnya, Nabi Muhammad SAW tidak menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban, tapi justru dengan pertanyaan.

"Nabi katakan tanya kepada dia, Ma a'dadta laha? Apa yang sudah kamu siapkan untuk kiamat itu kata nabi? Kamu tanya kiamat, apa yang sudah kamu siapkan untuk mendatangi atau menghadapi hari itu. Sahabat tadi menyatakan, Maa a'dadtu ya rasulullahi bikasroti sholati wala shiyami, wala sulam, Kami tidak mempersiapkannya untuk dalam memperbanyak shalat sebanyak-banyaknya, puasa sebanyak-banyaknya, sedekah dan zakat sebanyak-banyaknya ngga, kami sholat biasa wajar, ibadah juga wajar, sedekah juga wajar, puasa juga wajar, Walaakinni yuhibbullohu warasuulah, Hanya saja, aku mencintai Allah dan Rasul Nya, jawaban sahabat itu," tuturnya.

Lalu, Nabi Muhammad SAW menjawab

"Anta ma'a man ahabba lahum, Engkau bersama orang yang kau cintai," ujar Kiai Zakky.

Kiai Zakky menjelaskan, modal sahabat untuk bisa berjumpa dengan Allah, para Nabi dan Rasul Nya itu karena dia mencintai Allah dan Rasul Nya.

"Modalnya itu, nah pembacaan shalawat itu termasuk burdah dan nariyah itu merupakan salah satu wujud dari cinta kita kepada Nabi, kepada Allah dan Rasul Nya, Diwujudkannya Qasidah Burdah sendiri itu adalah wujud dari cinta seorang muslim kepada Rasul Nya," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kiai Zakky juga menuturkan, Burdah merupakan syair-syair yang sangat indah untuk memuji Allah dan bershalawat kepada Rasul, termasuk juga Shalawat Nariyah, yang dampaknya akan dirasakan langsung dalam kehidupan kita bahwa setiap muslim harus memperbanyak membaca shalawat.

Ia mengutip Surat Al-Ahzab ayat 56:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

"Allah tegaskan dalam Al-Quran
Innalloha wamalaaikatahu yusholluna 'alannabi, Sesungguhnya Allah dan para Malaikatnya bershalawat kepada Nabi. Allah dan Para malaikat disitu, maka dipanggil Yaa ayuhalladziina aamanuu sholluu 'alaihi wasallimuu tasliima, Wahai sekalian orang-orang mukmin, bershalawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah salam kehormatanmu padanya," kutipnya.

Ini perintah dari Al-Quran, sambungnya. Maka dari itu, kaum Nahdliyin sangat banyak memiliki ragam shalawat. Sebab, itu menunjukan kecintaan kita kepada Allah dan Rasul Nya.

"Dan modal mencintai Allah dan Rasul Nya, maka kita akan mendapatkan Rido Nya, dengan demikian mendapatkan keridhoan maka fa insya Alloh kita akan dilindungi oleh Allah SWT dari segala bencana, malapetaka, dan lain sebagainya," jelasnya.

Kiai Zakky meyakini, kita tergolong orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan dunawi dan ukhrowi berkat doa yang selalu dibacakan oleh Nahdliyin sebagai perwujudan dari kesungguhan kita untuk memberikan keselamatan kepada umat manusia seluruhnya.

"Karena manusia yang terbaik adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya, Khoirunnasi an fa'uhum linnas," jelasnya.

Selain itu, Kiai Zaky berharap, acara ini mampu mengantarkan kita semua, khususnya warga Nahdliyin, Indonesia dan juga Dunia untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT serta bimbingan dari Rasulullah SAW.

Pewarta: Muhammad Rizqy Fauzi
Editor: Abdullah Alawi 

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×