• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Nasional

Dukung IKN di Balikpapan, Gus Yahya Ungkap Alasannya

Dukung IKN di Balikpapan, Gus Yahya Ungkap Alasannya
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: Istimewa).
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: Istimewa).

Labuan Bajo, Nu Online Jabar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil menegaskan pihaknya mendukung pembangunan ibu kota negara (IKN) yang diberi nama Kota Nusantara. Hal tersebut diungkapkan saat memberikan sambutan dalam Hari Lahir (Harlah) NU ke 96 di Labuan Bajo NTT, Sabtu (5/2).

 

Menurutnya, hal itu lantaran kebijakan itu mempunyai visi yang sejalan dengan NU, yakni untuk membangun peradaban umat. Karena itulah, NU akan menjadi bagian dari pembangunan IKN di Kalimantan Timur tersebut.

 

"Nahdlatul Ulama ingin ikut serta menjadi bagian dari pembangunan ibu kota negara yang baru karena NU ingin menghidupi semangat untuk ikut serta membangun peradaban,” kata kiai yang akrab disapa Gus Yahya.

 

Ia juga menjelaskan, kenapa penyelenggaraan harlah NU ke-96 ini dilakukan di empat lokasi di Indonesia dan salah satunya adalah di Balikpapan. Pertama, karena ingin menghadirkan Nahdlatul Ulama untuk ambil bagian dari pembangunan IKN. "Balikpapan dipilih karena kita tahu bahwa Presiden dengan dukungan sebagian besar stakeholder bangsa ini ingin membangun satu Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur,” ujar Gus Yahya.

 

Maka dari itu, sambungnya, penting bagi NU hadir di Kalimantan Timur, hadir di Balikpapan dan di ibu kota negara yang baru. 

 

"Karena untuk membangun peradaban, kita harus mulai dengan semangat ikut serta membangun masa depan,” lanjutnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga menuturkan, alasan Labuan Bajo dijadikan lokasi selanjutnya untuk penyelenggaraan harlah NU ke-96 ini, adalah karena NTT mempunyai potensi kekayaan maritim yang lsangat besar dan uar biasa. Dan itu merupakan modal utama dari pembangunan peradaban umat di Indonesia yang sebagian besar wilayahnya merupakan lautan.

 

"Watak peradaban nusantara adalah maritim, peradaban kita adalah masyarakat dengan karakter maritim. Ini adalah modal dasar yang sangat berharga bagi kita semua,” tandasnya.

 

Perlu diketahui, dalam rangkaian acara di Labuan Bajo, hadir secara virtual Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Adapun yang hadir secara langsung diantaranya Guberbur NTT Victor B Laiskodat, Dirjen Perikanan Tangkap KKP, serta jajaran PBNU, PWNU NTT, dan PCNU se NTT.


Nasional Terbaru