• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 26 Februari 2024

Kuningan

Peringati Harlah ke-56, Kopri Kuningan Sosialisasikan Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Kekerasan Seksual

Peringati Harlah ke-56, Kopri Kuningan Sosialisasikan Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Kekerasan Seksual
Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Kekerasan Seksual oleh Kopri Kuningan di ondok Pesantren Al-Anwar Kadugede (Foto: NU Online Jabar)
Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Kekerasan Seksual oleh Kopri Kuningan di ondok Pesantren Al-Anwar Kadugede (Foto: NU Online Jabar)

Kuningan, NU Online Jabar
Dalam rangka peringatan Harlah ke-56, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Kabupaten Kuningan menggelar acara sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Al-Anwar Kadugede, Jumat (1/12/23).


Acara yang digelar atas kerjasama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kabupaten Kuningan ini mengangkat tema "Peran Kedaulatan Santri dan Deklarasi Pesantren untuk Membangun Lingkungan yang Aman dan Nyaman Tanpa Kekerasan."


Acara tersebut dihadiri oleh puluhan santri tingkat Madrasah Ibtidaiyah, dengan bertujuan memberikan manfaat dan dampak positif kepada para santri. 


Ketua Kopri Kabupaten Kuningan, Dilla Choerunissa, menyatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan kesadaran akan peran penting santri dalam membangun lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.


"Kegiatan ini bertujuan menciptakan kesadaran akan peran penting santri dalam membangun lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan," ujar Dilla Choerunissa.


Sementara itu, mewakili Lakpesdam NU Kabupaten Kuningan, Evi Novianti menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan kekerasan seksual. 


Dalam presentasinya, Evi menekankan poin-poin kegiatan yang mencakup kesiapan menjadi ruang aman dan nyaman dari segala bentuk tindak kekerasan. Komitmen penuh juga ditekankan untuk menciptakan lingkungan yang ramah terhadap perempuan dan anak, serta kesiapan melawan segala bentuk tindak diskriminasi.


"Peserta, yaitu santri, dapat memberikan spirit dalam menumbuhkan kepedulian terhadap isu keperempuanan. Selain itu, diharapkan kegiatan ini akan menciptakan ruang aman dan nyaman bagi seluruh lingkungan pondok pesantren," ujar Evi Novianti, Selaku Manager Rumah Ramah Nusantara (RRN).


Dengan adanya acara ini, Evi berharap para santri dapat menjadi agen perubahan dalam membangun lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, serta lebih peduli terhadap isu keperempuanan.


Pewarta: Sri Melynda
 


Kuningan Terbaru