• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Kota Banjar

Bahtsul Masail LBMNU Jabar Zona 5 Jadi Rangkaian Peringatan Harlah Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo ke-63 dan Haul KH Abdurrohim ke-26

Bahtsul Masail LBMNU Jabar Zona 5 Jadi Rangkaian Peringatan Harlah Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo ke-63 dan Haul KH Abdurrohim ke-26
Bahtsul Masail LBMNU Jabar Zona 5 Jadi Rangkaian Peringatan Harlah Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo ke-63 dan Haul KH Abdurrohim ke-26. (Foto: Arif Khasbullah).
Bahtsul Masail LBMNU Jabar Zona 5 Jadi Rangkaian Peringatan Harlah Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo ke-63 dan Haul KH Abdurrohim ke-26. (Foto: Arif Khasbullah).

Banjar, NU Online Jabar
Melalui Lembaga Bahtsul Masail (LBM), Pengurus Wilayah Nahdaltul Ulama (PWNU) Jawa Barat menggelar bahtsul masail bahas polemik pengelolaan hasil sedimentasi laut pada Senin (30/7/2023) yang bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-azhar Citangkolo Kota Banjar. Kegiatan ini dilaksanakan di sela peringatan Harlah Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-azhar Citangkolo yang ke-63 dan Haul KH. Abdurrohim yang ke-26.


Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, KH. Juhadi Muhammad mengatakan bahwa fenomena eksport pasir laut adalah masalah yang kompleks, di satu sisi memiliki manfaat tapi di sisi lain juga berpotensi memberikan mafsadat.


“Jadi masalah pasir laut ini, sebenarnya eksport pasir laut ini dari sisi kemaslahatannya ada, tapi sejauh mana besar mana antara manfaat dan mafsadat,“ ungkapnya.


Ia berpendapat meskipun pemerintah sudah membuat regulasi terkait izin eksport pasir laut, namun aturan yang dikeluarkan mesti ditinjau ulang. Karena menurutnya perizinan eksport laut dapat berpotensi memberikan dampak yang berbahaya bagi lingkungan.


“Sementara negara sudah memutuskan regulasi dan izin eksport pasir laut, nah ini berbahaya terutama terhadap lingkungan,“ imbuhnya.


Sebagai informasi, dalam pelaksanaan bahtsul masail ini, LBM NU Jawa Barat mengundang KH Mahmud Musta’in sebagai narasumber. Ia menjabat selaku kepala laboratorium infrastuktur pantai, Pelabuhan, Teknik kelautan ITS Surabaya.


Sementara peserta yang ikut dalam kegiatan ini adalah LBM NU PCNU yang berada dalam wilayah Zona 5 Jawa Barat yang terdiri dari Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar.


Selain membahas polemik eksport pasir laut bagi lingkungan, forum bahtsul masail ini juga membahas isu memasukan unsur politik dalam khutbah kegaamaan.


Pewarta: Muhammad Afdzol Zul fikar


Kota Banjar Terbaru