• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Kota Bandung

Program Kader Peduli Kader Jadi Cara PMII FDK UIN SGD Kota Bandung Atasi Fenomena Praktik Joki di Kampus 

Program Kader Peduli Kader Jadi Cara PMII FDK UIN SGD Kota Bandung Atasi Fenomena Praktik Joki di Kampus 
Program Kader Peduli Kader Jadi Cara PMII FDK UIN SGD Kota Bandung Atasi Fenomena Praktik Joki di Kampus 
Program Kader Peduli Kader Jadi Cara PMII FDK UIN SGD Kota Bandung Atasi Fenomena Praktik Joki di Kampus 

Kota Bandung, NU Online Jabar
Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) cabang Kota Bandung menggelar program 'Kader Peduli Kader' yang diawali dengan kegiatan diskusi kepenulisan tentang Karya Tulis Ilmiah dan Kepenulisan Berita, yang dilaksanakan secara daring, Selasa (30/1/2024) malam. Kegiatan tersebut diikuti puluhan kader PMII dilingkungan UIN SGD Bandung.


Ketua PMII FDK UIN SGD Kota Bandung, Zihad Adhari mengatakan, program tersebut berangkat dari keresahan atas fenomena yang terjadi di dunia akademisi salah satunya praktik joki, Menurutnya, hal tersebut fenomena yang semakin meresahkan di dunia pendidikan.


“Joki tugas merujuk pada kegiatan ketika seorang mahasiswa meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugas-tugasnya, baik yang bersifat individu maupun kelompok, dengan memberikan imbalan finansial atau favoritisme lainnya. Meskipun terlihat sebagai solusi instan untuk mengatasi beban tugas yang berat, tindakan ini membawa konsekuensi serius dan memberikan dampak negatif terhadap kemajuan akademis dan integritas etika mahasiswa," paparnya. 


Zihad menilai, program kader peduli kader adalah salah satu upaya solutif untuk mengatasi fenomena tersebut.
Menurutnya, alih-alih mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang kita cita-citakan dan tertuang dalam alinea ke-4 Pembukaan UUD Tahun 1945, praktik joki tugas ini justru malah mengkontruks mahasiswa yang tidak mampu mempertanggungjawabkan keilmuannya.


“Bayangkan saja, jika dalam satu Perguruan Tinggi itu terdapat 100 orang yang membuka praktik joki tugas dan tiap satu penjoki itu mendapatkan 10 orang yang menggunakan jasanya maka dalam satu Perguruan Tinggi ada 1.000 orang yang menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya dengan joki. Ini hal yang berbahaya bagi masa depan bangsa dan tidak bisa dibiarkan. Kader PMII mesti menjadi Oasis dalam kekeringan fenomena ini," paparnya.


Maka dari itu, sambung Zihad, program kader peduli kader ini menjadi salah satu cara merespon fenomena joki tugas. Ia berharap, program ini menciptakan habitus baru agar tiap-tiap kader PMII, khususnya yang ada dilingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.


Selain itu, pria yang pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al Atiqiyah Kabupaten Sukabumi tersebut menjelaskan, dalam program tersebut juga kader-kader yang saat ini sedang menempuh pendidikan di semester 2, 4, dan 6 dapat berkonsultasi mengenai segala bentuk tugas kuliahnya kepada kakak tingkatnya atau pengurus rayon yang sedang duduk pada semester 8. Begitupun pengurus yang sedang berada pada semester 8 atau yang sedang dihadapkan pada tugas akhir, mereka bisa berkonsultasi terkait tugas akhirnya kepada senior yang telah dinyatakan lulus oleh kampus.


Sebagai informasi, kegiatan diskusi kepenulisan ini turut mengundang sebagai narasumber yakni Pimpinan Redaksi NU Online Jabar  M Rizqy Fauzi dan diikuti oleh puluhan kader PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kota Bandung.


Kota Bandung Terbaru