Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Pejuang Kemerdekaan, Berikut 5 Prinsip Cinta Tanah Air Syaikhona Kholil Bangkalan 

Pejuang Kemerdekaan, Berikut 5 Prinsip Cinta Tanah Air Syaikhona Kholil Bangkalan 
5 Prinsip Cinta Tanah Air Syaikhona Kholil Bangkalan (Foto: AM)
5 Prinsip Cinta Tanah Air Syaikhona Kholil Bangkalan (Foto: AM)

Bandung, NU Online Jabar
Seorang ulama kharismtaik asal Bangkalan, Madura Muhammad Syekh Kholil bin Abdul Latif, atau dikenal dengan Syekh Kholil Bangkalan, merupakan ulama besar, muasis Nahdlatul Ulama yang berhasil membimbing dan membina para santrinya, serta masyarakat umum untuk cinta tanah air dengan semangat nasionalisme, keimanan yang kuat sebagaimana selogan yang ia ciptakan, Hubbul Wathon Minal Iman bahwa membela tanah air merupakan sebagian dari iman.

 

Melansir NU Online, Syekh Kholil dikenal memiliki lima prinsip cinta tanah air yang melekat dalam sikapnya.  


Pertama, membela tanah air baik melalui ucapan ataupun perbuatan. Hal ini dibuktikan melalui tulisan Syaikhona Kholil Bangkalan dalam manuskrip Hubbul Wathon Minal Iman. Tulisan tersebut menandakan Syaikhona Kholil pernah menyampaikan kepada para muridnya dan menginginkan catatan tersebut dibaca oleh generasi milenial.


Kedua, menghadapi atau melawan apapun yang menyebabkan disabilitas keamanan dan keselamatan negara.    


Sikap yang ditunjukkan Syaikh Kholil ketika dimintai doa oleh pemimpin pemerintah Belanda. Saat itu Syaikh Kholi mendoakan agar pemimpin Belanda agar tidak diganti karena terkenal antipenjajahan dan menjadi keluasan bagi para ulama untuk berdakwah.   


Adab mengutamakan keselamatan negara adalah dengan cara melawan apapun yang membawa kemaslahatan.   

 

Ketiga, mendidik santri dan anak-anak untuk menghargai nilai-nilai luhur tanah air. Hingga saat ini kalau di cari tidak akan sulit mencari produk Syaikh Kholil, sebab murid-muridnya merupakan cerminan perjuangan dirinya.   


Keempat, menjaga kerukunan para anggota atau penduduk, dan menanamkan persaudaraan. Hal itu ditandai dengan terjalinnya hubungan antara Syaikh Hasyim Asy’ari dengan Syaikh Nawawi Al-Bantani, kemudian hubungan kiai As’ad dalam perintah memberikan tongkat kepada kiai Hasyim Asy’ari.

 

Kelima, mewujudkan dan memberikan kesadaran kepada anak didik tentang tanggung jawab untuk mengelola sumber daya.

 

Lima prinsip tersebut disampaikan oleh Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Afifudin Dimyathi atau Gus Awis saat menjadi narasumber seminar nasional bertajuk Sejarah Turots Syaikhona Kholil Bangkalan, Senin (7/6/21).


Editor: Abdul Manap

Kota Bandung Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×