• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Kota Bandung

KH Zakky Mubarak Ungkap Cara Mencapai Hikmah Allah

KH Zakky Mubarak Ungkap Cara Mencapai Hikmah Allah
KH Zakky Mubarak Ungkap Cara Mencapai Hikmah Allah
KH Zakky Mubarak Ungkap Cara Mencapai Hikmah Allah

Bandung, NU Online Jabar
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zakky Mubarak dalam taushiyah digitalnya menyampaikan salah satu kelebihan yang dimiliki oleh manusia sebagai karunia dari Allah Swt adalah kepemilikan tentang hikmah atau wisdom (kebijaksanaan dari Allah Swt). 

 

“Hikmah atau wisdom suatu kemampuan yang tidak bisa dicari oleh teori ilmiah tetapi dia perlu melakukan riyadoh-riyadoh, usaha-usaha yang mendalam secara batiniyah sehingga kemudian mereka mencapai wisdom itu mencapai karunia dari Allah Swt,” terang Kiai Zakky melalui akun facebooknya, Selasa (30/8).

 

Lalu dengan apa cara membersihkan hati lanjut Kiai Zakky, “Membersihkan hati kita dari riya, uzub dan dari penyakit hati yang lain sehingga menjadikan hati kita bersih dan jernih, kita harus menjauh dari sifat-sifat itu,” terangnya.

 

Menurut Imam Ghozali kata Kiai Zakky, hati yang bersih di ibaratkan sebagai cermin, cermin yang bersih yang dapat menampakan kewibawaan diri kita sendiri.

 

“Kalau hati kita bersih maka kita dapat menyerap ilmu-ilmu dari Allah Swt. Cahaya dari Allah, atau the light of God. Tetapi kalau hati kita kotor nggak bisa itu cahaya pengetahuan yang sangat luhur sampai pada kita, maka perlu kita menjernihkan hati kita,” ujarnya.

 

“Karena itu orang orang yang hatinya jernih seringkali dia orangnya selalu berhusnudzon, bersangka baik, toleran dan sebagainya, dan inilah yang disebut sebagai wisdom atau hikmah dan kebijaksanaan, itu perlu kita usahakan dengan riyadoh tadi dengan latihan-latihan sehingga nanti bisa mendapatkan kebijaksanaan atau hikmah dari Allah Swt,” tegasnya. 

 

Lanjutnya, Al-Qur'an menjelaskan, “Yu`til-ḥikmata may yasyā memberikan kebijaksanaan atau wisdom kepada siapa yang dikehendakinya, wa may yu`tal-ḥikmata dan barang siapa yang diberi hikmah fa qad ụtiya khairang kaṡīrā maka ia telah diberi kebaikan yang sangat banyak wa mā yażżakkaru illā ulul-albāb dan tidak ada yang bisa memahami hal itu terkecuali orang orang yang menggunakan akal pikiran,” pungkasnya

 

Pewarta: Abdul Manap


Kota Bandung Terbaru