• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 28 Mei 2024

Kota Bandung

Buka Awal Tahun 2024, PWNU Jabar Gelar Rakerwil Ke-II

Buka Awal Tahun 2024, PWNU Jabar Gelar Rakerwil Ke-II
Ketua Panitia Pelaksana Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-II PWNU Jabar, H Dindin C Nurdin (Foto: AM)
Ketua Panitia Pelaksana Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-II PWNU Jabar, H Dindin C Nurdin (Foto: AM)

Bandung, NU Online Jabar
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-II Tahun 2024, sebagai langkah strategis untuk menganalisis, memperbaiki, dan meningkatkan kinerja dalam organisasi. Acara ini berlangsung di Gedung Dakwah PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung, Lengkong, Kota Bandung, Kamis (4/1/24)


Ketua Panitia Pelaksana, H Dindin C Nurdin menyampaikan acara tersebut merupakan amanat AD/ART yang wajib dilaksanakan untuk menyusun kembali strategi kinerja PWNU Jawa Barat di tahun kerja baru.


“Salah satu amanat AD/ART yang menjadi bagian dari proses pemikiran-pemikiran besar, gagasan-gagasan besar yang tentu pada kesempatan rapat kerja wilayah ini merupakan pintu awal kita membuka agenda tahun 2024,” terangnya.


Kang Dindin, sapaan akrabnya, memberikan alasan mengapa acara ini digelar di awal tahun. Menurutnya, hal ini dilakukan agar dapat bersama-sama membangun kekuatan baru di tahun kerja baru tahun 2024.


“Diadakan pada awal tahun disaat semua orang selesai bersuka cita menyambut gelaran tahun baru masehi, karena PWNU ingin bersama-sama dengan seluruh komponen strategis baik jajaran syuriyah, tanfidziyah, lembaga dan banom untuk sama-sama membangun kekuatan baru, menyusun dan menghimpun gagasan-gagasan baru, dan menciptakan kolektifitas baru untuk menuju peradaban baru Nahdlatul Ulama di Jawa Barat,” jelasnya


Menurut Kang Dindin Rakerwil ini memuat prinsip penting dalam menatakelola jam'iyyah, karena melalu Rakerwil semua arus pemikiran akan bertemu berkolabirasi dalam mensinergikan himpunan gagasan, kemudian disusun menjadi kebijakan yang menyentuh kebutuhan internal PWNU dari mulai penguatan ideologi, konsolidasi organisasi dan kaderisasi sampai topik yang berkaitan dengan keumatan ; pendidikan, ekonomi, kesehatan dan kemaslahatan keluarga.


“Dalam konteks inilah, tema Rakerwil PWNU menselaraskan dengan PBNU yaitu "Mendampingi Umat, Memenangi Peradaban" 


Kang Dindin melaporkan acara Rakerwil tersebut diikuti sebanyak 250 peserta yang terdiri dari PWNU, Lembaga dan Banom


“Panitia mengundang peserta Rakerwil dari PWNU sebanyak 186 dari mulai mustasyar, A’wan, Syuriyah sampai jajaran Tanfidziyah, semata-mata ini untuk membangun kebersamaan di awal tahun baru ini. Lalu lembaga terdiri dari dua utusan, ketua dan sekretaris begitu juga dengan Banom disertakan dua utusan. 36 dari lembaga dan 26 dari Banom sehingga total undangan yang disampaikan adalah 250 undangan,” paparnya


Kemudian Kang Dindin menuturkan, Draft Rakerwil yang akan dibahas pada rapat komisi di acara Rakerwil ini disusun dan mengadopsi dari beberapa hasil acara, seperti Konferwil, Mukatamar NU dan Mukerwil


“Draft Rakerwil yang kami susun menghimpun dari asupan program utama hasil Muktamar NU di Lampung, mengadopsi hasil Konferwil, kemudian menindak lanjuti apa yang dilaksanakan di Rakerwil pertama di 2023, kemudian Mukerwil sampai akhirnya kita masuk pada ruang evaluasi dan menjadikan Rakerwil ini adalah proses tajdid pembaharuan dari program-program yang sudah dan sedang dilaksanakan,” jelasnya


Kang Didin lanjutnya mengucapkan terimakasih kepada sleuruh peserta yang hadir atas kesempatannya datang menghadiri acara, dan ia berharap acara Rakerwil ini dapat berjalan lancar sampai akhir dan dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran baru untuk memenangi peradaban


“Terimakasih kepada seluruh peserta yang sama-sama hadir, dan bahwa peserta sudah kami susun agar ketertiban dalam persidangan. Semoga seluruh rangkaian dari awal sampai akhir, menjadikan momentum baru, hadirnya pikiran-pikiran yang sehat, yang mampu membesarkan jamiyyah, sekaligus mampu mendampingi umat dan memenangi peradaban,” pungkasnya


Pewarta: Abdul Manap
 


Kota Bandung Terbaru