Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Ponpes Cipasung Gelar Haul Almaghfurlah KH Ruhiat ke 45 dan KH Moh Ilyas Ruhiat ke 15

Ponpes Cipasung Gelar Haul Almaghfurlah KH Ruhiat ke 45 dan KH Moh Ilyas Ruhiat ke 15
Ponpes Cipasung Gelar Haul Almaghfurlah KH Ruhiat ke 45 dan KH Moh Ilyah Ruhiat ke15. (Foto: SS Yt Pondok Pesantren Cipasung).
Ponpes Cipasung Gelar Haul Almaghfurlah KH Ruhiat ke 45 dan KH Moh Ilyah Ruhiat ke15. (Foto: SS Yt Pondok Pesantren Cipasung).

Tasikmalaya, NU Online Jabar
Pondok Pesantren (Ponpes) Cipasung menggelar Haul Almaghfurlah KH Ruhiat yang ke 45 dan Almaghfurlah KH Moh Ilyas Ruhiat ke 15 dilingkungan Ponpes Cipasung Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (15/7) malam. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PBNU KH Zulfa Musthofa, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, Wakil Bupati Kabupaten Tasikmalaya H Cecep Nurul Yakin, Forkopimda Kabupaten Tasikmalaya, dan seluruh santri dan alumni dilingkungan Pesantren tersebut.


Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, KH Abun Bunyamin Ruhiat mengungkapkan alasan digelarnya haul di waktu bersamaan karena kedua kiai tersebut meninggal di bulan yang sama yakni Dzulhijjah.


"Abah Almarhum (KH Ruhiat) pada tangal 17 Dzulhijjah, sedangkan KH Muhammad Ilyas Ruhiat tanggal 9 Dzulhijjah. Karena sama-sama di bulan Dzulhijjah kami selenggarakan dalam waktu yang bersamaan karena berbeda hanya seminggu," ungkapnya.


Kiai Abun juga berterima kasih kepada semua yang hadir dalam kegiatan haul tersebut. Ia berharap semoga menjadi keberkahan bagi semua.


Dalam kesempatan yang sama, Kiai yang juga selaku Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tasikmalaya terpilih mengingatkan wasiat yang diungkapkan oleh kedua tokoh tersebut.


"Terutama bagi keluarga Pondok Pesantren Cipasung mampu untuk melaksanakan wasiat abah almarhum dimana disebutkan ulah aya urut pasantren, termasuk kepada alumni. Kemudian yang kedua yang saya ingat dari abah itu, ngawuruk saurang sarua jeung ngawuruk loba. Tong dibedakeun lamun urang boga santri hiji sarua jeung ngawuruk santri teh loba," tegasnya.


Sebagai informasi, kegiatan haul ini disiarkan secara langsung melalui akun youtube resmi Pondok Pesantren Cipasung dan TVNU


Pewarta: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

terpopuler

rekomendasi

topik

×