Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Kurangi Risiko Bencana, LPBI NU Jabar Kembali Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana

Kurangi Risiko Bencana, LPBI NU Jabar Kembali Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana
Kurangi Risiko Bencana, LPBI NU Jabar Kembali Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana (Foto: NU Online Jabar)
Kurangi Risiko Bencana, LPBI NU Jabar Kembali Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana (Foto: NU Online Jabar)

Tasikmalaya, NU Online Jabar
Lembaga Penanggulangan Becana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Barat kembali menyelenggarakan pelatihan penanggulangan bencana. Kali ini pelatihan digelar di Desa dampingan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) Desa Sindangjaya Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (11/6).


Pelatihan ini diikuti sebanyak 20 peserta yang tergabung dalam Tim Siaga Bencana. Mereka akan dibekali materi pelatihan pembuatan peta kajian partisipatori risiko bencana berbasis masyarakat dan peta kajian risiko bencana di sekolah yang berpusat pada anak.


Sebagaimana diketahui pengkajian risiko bencana merupakan sebuah pendekatan untuk memperlihatkan sebuah pendekatan untuk memperlihatkan potensi dampak negatif yang mungkin timbul akibat suatu potensi bencana yang melanda. 


Potensi dampak negatif yang timbul dihitung berdasarkan tingkat kerentanan dan kapasitas kawasan atau daerah tersebut. Potensi dampak negatif ini dilihat dari potensi jiwa yang terpapar, kerugian harta benda, dan kerusakan lingkungan.


Ketua LPBI NU Jabar Dadang Sudardja, mengatakan, sebagai tindak lanjut kegiatan sebelumnya para peserta dibekali pengetahuan mengenai pemetaan kajian risiko bencana.


“Dimana  para peserta dibekali pengetahuan mengenai pemetaan kajian Risiko Bencana yang meliputi Kajian ancaman, kerentanan, dan kapasitas yang kemudian di praktekan di dusun masing-masing,” katanya.


Peta Kajian Risiko Bencana ini kata Uwa Dadang sapaan akrabnya, merupakan landasan dasar bagi pemerintah desa khususnya dalam menyusun Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (DRPB) di tingkat desa, yang kemudian nantinya akan disahkan dalam musyawarah desa sebagai program yang dimasukkan kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).


Pada latihan kali ini, peserta di fokuskan pada tiga aspek, dan hasil dari tiga aspek tersebut dianalisis secara seksama dan hasilnya kemudian dijadikan sebagai peta Kajian RIsiko Bencana Tingkat Desa.


“Para peserta akan memetakan tingkat ancaman kawasan, tingkat kerentanan kawasan yang terancam kemudian tingkat kapasitas kawasan yang terancam,” tuturnya.


Penyelenggaraan ini, lanjutnya, dimaksudkan untuk mengurangi risiko bencana dengan cara memperkecil ancaman kawasan, mengurangi kerentanan kawasan yang terancam, dan meningkatkan kapasitas kawasan yang terancam.  


“Melalui pelatihan ini nantinya para peserta pelatihan ini mampu menjadi fasilitator dan motivator di daerahnya dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola risiko bencana,” pungkasnya. 


Editor: Abdul Manap

terpopuler

rekomendasi

topik

×