• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Kabupaten Sukabumi

Sekolah Bahtsul Masail di STAI Al-Masthuriyah, Kang Bakang Ajak Nahdliyin Respons Zaman dengan Keilmuan dan Intelektual

Sekolah Bahtsul Masail di STAI Al-Masthuriyah, Kang Bakang Ajak Nahdliyin Respons Zaman dengan Keilmuan dan Intelektual
Sekolah Bahtsul Masail di STAI Al-Masthuriyah
Sekolah Bahtsul Masail di STAI Al-Masthuriyah

Sukabumi, NU Online Jabar
Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jawa Barat bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Masthuriyah dan Rabithah Ma'ahid Islamiyyah (RMI) PCNU Kabupaten Sukabumi menggelar Sekolah Bahtsul Masail ke-XI dan Pelatihan Pengisian Emis di Aula Perpustakaan Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Jalan Raya Cibolang, Cisaat, Sukabumi, Ahad (26/11).


Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh ketua STAI Al-Masthuriyah KH. Abubakar Sidik, dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kedepan persoalan hidup manusia akan semakin kompleks, konsekuensi dari kemajuan zaman dan perkembangan teknologi Informasi. 


"Maka warga nadhliyin harus mampu merespon berbagai perkembangan tadi dengan senantiasa berpedoman pada tradisi keilmuan, intelektual warga nadhliyin," tutur Kang Bakang, sapaan akrabnya.


Kang Bakang, yang juga menjabat sebagai Dewan penasihat lembaga bahtsul masail PWNU Jawa Barat itu juga mengatakan, saat ini umat islam tidak cukup hanya berpedoman kepada Al-Qur'an dan As-sunah. 


Karena menurut Kang Bakang, ada banyak persoalan-persoalan baru yang tidak diatur secara tegas dalam Alqur'an dan As-sunah yang merupakan wilayah Ijtihad.


Dalam kesempatan yang sama, KH Ahmad Yazid Fattah selaku narasumber kegiatan tersebut menjelaskan bahwa bahtsul masail merupakan tradisi intelektual yang telah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum NU itu sendiri berdiri. 


Lebih lanjut kiai Ahmad mengatakan dalam pembahasan bahtsul masail tidak semua berkaitan dengan keagamaan. 


"Hal ini dapat dilihat dari hasil bahtsul masail tahun 1926-1997 yakni kesehatan 11,3%, politik2,9%, ekonomi 11,6%, sosial masyarakat 5,5%, advokasi 2,9%, perkebunan 3,13%, dan keagamaan 62,16%," tuturnya.


Metode istinbath hukum dalam proses bahtsul masail ala NU, lanjut kiai Ahmad, menggunakan metode qauli, metode ilhaqi dan metode manhaji sebagai hasil dari musyawarah alim ulama tahun 1992 di Lampung pangkas KH Ahmad Yazid Fattah yang juga pengasuh pondok pesantren Asshidiqiyah 7 Cijeruk Bogor.


Narasumber yang lain, Kiai Abdul Hamid juga meneraangan, dalam proses penyusunan rumusan yang baik itu meliputi menata ibarot, membuat rumusan, mencari ibarot, dan ashawwur masalah.


Adapun, kata kiai Abdul, referensi yang digunakan dalam proses bahtsul masail Nadhlatul Ulama adalah kitab-kitab mazhab syafi'i, hanafi, maliki, hambali (kutub mu'tabaroh) dengan indikator-indikator sebagai berikut: 
 

1. Penulis kitab bermazhab ahlus sunnah hal jama'ah, 
2. Isi kitabnya terkonfirmasi dengan mazhab yang diikuti oleh sang penulis, 
3. Kitab tercetak (mudawan) serta mencantumkan referensi yang akurat, 
4. Analisa penulis tidak keluar dari kaidah yang ditetapkan imam mazhab yang diikuti.


Sebegai informasi, kegiatan tersebut dihadiri oleh mahasiswa, masyarakat dan puluhan ajengan/kyai di lingkungan pondok pesantren yang berada di sukabumi


Salah satu peserta menyambut baik Kegiatan Sekolah Bahstul Masail dan Pengisian Emis ini. Karena menurutnya tokoh agama harus senantiasa mengupgrade pengetahuan.



"kalau bisa Kegiatan ini harus berkelanjutan, karena kita sebagai tokoh agama di masyarakat seringkali ditanya berbagai permasalahan oleh masyarakat sehingga kita perlu mengupgrade pengetahuan kita sehingga kita mampu hadir ditengah-tengah masyarakat untuk merespon berbagai persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat.


Pada kegiatan tersebut peserta juga dibekali pengetahuan dalam mengelola madrasah diniyah seperti informasi-informasi terkait pengisian emis oleh Bapak Ahmad Muflih (operator EMIS bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Barat. Dan materi prosedur pengajuan izin operasional pesantren oleh Ibu Mulyati Operator EMIS Kemenag Kabupaten Sukabumi


Pewarta: Amus Mustaqim
 


Kabupaten Sukabumi Terbaru