• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 26 Februari 2024

Kota Bandung

LD PBNU Gandeng Kemenag Jabar dan UIN SGD Bandung Gelar MoU Penyelenggaraan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah

LD PBNU Gandeng Kemenag Jabar dan UIN SGD Bandung Gelar MoU Penyelenggaraan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah
LD PBNU Gandeng Kemenag Jabar dan UIN SGD Bandung Gelar MoU Penyelenggaraan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah
LD PBNU Gandeng Kemenag Jabar dan UIN SGD Bandung Gelar MoU Penyelenggaraan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah

Bandung, NU Online Jabar
Melalui Lembaga Dakwah (LD), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melaksanakan penandatanganan MoU kerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat dalam rangka penyelenggaraan sertifikasi pembimbing manasik haji. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung pada Kamis (30/11/2023).


Salah seorang pengurus LD PBNU KH Khalilurrahman mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan para kiai khususnya dari NU untuk menjadi pembimbing manasik haji dan umrah yang profesional.


"Karena untuk menjadi pembimbing manasik haji profesional itu butuh sebuah pelatihan yang didalamnya ada beberapa materi-materi yang harus dikuasai oleh para kiai. Bukan hanya pada aspek fikihnya saja, tapi para ulama NU yang akan juga menjadi pembimbing haji profesional juga harus paham juga tentang regulasi yang di Arab Saudi dan juga di dalam negeri," jelasnya.


KH Khalilurrahman menilai, tidak sedikit pembimbing manasik haji saat ini hanya paham pada fikih manasiknya saja. Sedangkan untuk menjadi pembimbing manasik haji profesional itu tidak sekedar paham fikih manasik haji, tapi juga harus paham mengenai regulasi baik yang ada didalam maupun luar negeri yang mana kebijakan itu selalu berubah-ubah setiap tahunnya.


"Sebagai contoh, sebelum tahun 2022 ketika di Arab Saudi jamaah yang akan masuk ke raudhah itu kan tidak ada yang namanya tasreh. Semua jamaah itu mau masuk ke raudhah sedangkan ada waktu, sudah dibuka, mereka saling berlomba-lomba untuk masuk ke raudhoh. Sementara sejak tahun 2022, ada regulasi jamaah ga bisa masuk ke raudhah karena ada tasreh," tuturnya.


Ia berharap, dengan adanya kegiatan sertifikasi haji dan umrah ini bisa menjadikan para pembimbing manasik haji bisa memiliki wawasan yang lebih luas dan update terkait dengan kebijakan penyelenggaraan baik yang ada di Arab Saudi maupun di dalam negeri.


"Program ini kita utamakan (peserta) dari NU, namun tidak menutup kemungkinan jika ada peserta-peserta yang lain misalkan dari forum KBIHU atau dari lembaga masyarakat lain yang ingin ikut berpartisipasi kita tidak menutup mereka untuk menjadi peserta. Karena memang dalam MoU yang kita buat dengan kanwil dan juga UIN sebagai penyelenggara, kita tidak melarang, tidak membatasi hanya para tokoh-tokoh ulama yang dari NU. Jadi terbuka juga untuk ormas dan lembaga yang lain untuk bisa bergabung dalam kegiatan ini," pungkasnya.


Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung H Enjang AS menyambut baik kerjasama yang dilakukan antara LD PBNU, Kemenag Jawa Barat dan UIN SGD Bandung.


"Semoga, kegiatan ini bisa menghasilkan para pembimbing manasik haji yang unggul dan profesional dan memiliki kompetensi secara teoritik dan kompetensi pada aspek praktek. Dengan kedua kompetensi tersebut diharapkan dapat membimbing para jemaah haji untuk melaksanakan ibadah haji secara sempurna," tandasnya.


Sebagai informasi, rencananya kegiatan sertifikasi manasik haji dan umrah tersebut akan diselenggarakan pada Januari 2024 mendatang. Turut hadir dalam kesempatan tersebut pengurus LD PBNU yang lain yakni KH Abd Kholiq Irfan, Fani Rusuli, dan Fira Mubayyinah.


Editor:

Kota Bandung Terbaru