• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Kamis, 22 Februari 2024

Indramayu

Satu Abad NU, Iing Rohimin: Perlu Sadar Media dan Tantangannya di Era Digital

Satu Abad NU, Iing Rohimin: Perlu Sadar Media dan Tantangannya di Era Digital
Satu Abad NU, Iing Rohimin: Perlu Sadar Media dan Tantangannya di Era Digital. (Foto: Ss Yt TVNU Indramayu).
Satu Abad NU, Iing Rohimin: Perlu Sadar Media dan Tantangannya di Era Digital. (Foto: Ss Yt TVNU Indramayu).

Indramayu, NU Online Jabar
Salah seorang Pembina Media Center Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat (PWNU) Jawa Barat, Iing Rohimin, menjadi pemateri dalam kegiatan yang digelar oleh Pengurus Cabang NU (PCNU) Indramayu dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Selasa (9/8) di Pondok Pesantren Darussalam Al Qur'ani Kandanghaur Indramayu.


Iing menyebutkan, kecakapan digital sangat diperlukan untuk menyongsong satu abad NU pada 2026 mendatang.


"Kecakapan digital adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan peranti lunak sistem operasi digital sebagai sarana berkembang," katanya.


Ia juga menyatakan setelah teknologi tersedia, kita perlu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dengan kapasitas baik untuk menggunakan teknologi tersebut dengan baik dan benar.


Pentingnya kesadaran media, lanjut Iing, menjadi salah satu aspek dalam kecakapan digital yang perlu dimiliki warga NU. Di antara hal yang perlu ditekankan adalah memiliki sikap kritis, mengambil kontrol atas media, menganalisis situasi, hingga berpikir analitis terhadap tantangan di era digital.


"Kemampuan berpikir kritis merupakan satu dari tujuh (Berpikir Kritis, Empati, Kreativitas, Strategi, Perencanaan, Kolaborasi, dan Komunikasi) kemampuan yang tidak akan tergantikan oleh Artificial Intelligence (AI) dan robot sejenisnya," ucapnya.


Media massa NU Online sudah hadir sejak 2003 sebagai upaya menghadapi tantangan yang kala itu memasuki era digital tersebut, selain tentunya bertujuan membangun kesadaran media di antara kader NU.


Terkait hal tersebut, Iing yang juga merupakan Pimpinan Media Cakra Bangsa, salah satu media massa di Indramayu, menekankan pentingnya kesadaran kita agar tidak termakan propaganda seperti paham radikal maupun terorisme yang diembuskan pihak tertentu yang mencari panggung di media sosial.


Hal itu pula yang menjadi tantangan yang harus diketahui NU menuju usia satu abadnya pada 2026 nanti yakni menggunakan teknologi informasi digital dan medua untuk dakwah rahmatan lil alamin, merespons cepat semangat beragama, hingga menghadapi hoaks maupun ujaran kebencian.


"Berkembangnya hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, terorisme, politik identitas, ideologi menyimpang, dan lain-lain di media sosial menjadi tantangan besar bagi NU untuk segera turun menyelamatkan umar pengguna media sosial," kata alumnus UIN SGD Bandung tersebut.


Iing lalu membeberkan beberapa strategi yang bisa dikerahkan NU melalui media untuk menangani tantangan tersebut yakni mengampanyekan sadar media di kalangan warganya, melakukan pelatihan jurnalistik dan pengelolaan media, public speaking berbasis media, pembuatan konten media sosial untuk dakwah, dan sebagainya.


Selain itu, lanjut pria yang juga Wakil Ketua PWNU Jabar tersebut, diperlukan pula strategi lain seperti memanfaatkan segala jenis media, membuat tim media siber di tingkat cabang dan majelis wakil cabang, digitalisasi, hingga membuat konten Aswaja yang merambah grup WhatsApp (WA).


"Perlu juga memanfaatkan forum keagamaan ala NU yakni pesantren, sekolah, majelis ta'lim, atau jamiyah, masjid, dan musholla sebagai produsen materi dakwah lewat media massa dan media sosial," ujar Iing dalam kegiatan yang disiarkan Youtube TVNU Indramayu tersebut.


Pewarta: Ari AJ
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Indramayu Terbaru