Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Komitmen Santri Ciganjur Gus Dur, Kawal Sekolah Sains NU

Komitmen Santri Ciganjur Gus Dur, Kawal Sekolah Sains NU
Komitmen Santri Ciganjur Gus Dur, Kawal Sekolah Sains NU
Komitmen Santri Ciganjur Gus Dur, Kawal Sekolah Sains NU

Indramayu, NU Online Jabar
Ada pendapat bahwa santri Nahdlatul Ulama tidak banyak yang mengisi praktisi matematika maupun keilmuan sains. Hal ini tampaknya menjadi pemikiran dari seorang Ketua Yayasan Sabilul Hayat, Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Indramayu, yakni Parwito Ibnu Ato'illah.


Pada acara Wisuda TK Al-Qur'aniyah dan Kenaikan Kelas SD Matematika Assur, Yayasan Sabilul Hayat, pada Selasa (21/06) NU Online Jabar berkesempatan berbincang-bincang dengan alumni santri Ciganjur yang pernah diasuh langsung oleh almarhum Gus Dur ini.


Parwito berpendapat bahwa ada ruang kosong yang belum banyak diisi oleh kader NU. Ruang kosong itu adalah pengembangan matematika dan pengajarannya sejak dini. Menurutnya kader NU harus mengisinya, dan saat ini ia sedang merintis hal itu.


"Baru tiga tahun, sekolah kami sudah punya buku mandiri untuk pengajaran matematika yang sesuai kurikulum K-13. Beragam buku pelajaran lain juga sudah kami terbitkan," ujar Parwito.


Menurutnya, ada BACAANKU untuk TK terdiri dari delapan buku, Cara Baca Hijaiyah ABATA sebanyak tujuh buku, Matematika Pengantar Kelas 1 enam buku, Matematika Pengantar Kelas 2 empat buku, Matematika Pengantar Kelas 3 ada dua buku, Bacaan Sholat satu buku, Terjemah Albarjanji, Terjemah Safinah, Terjemah Tafsir Al Ibris Surat Luqman, Metode UTAWI IKI IKU Versi Jawa enam jilid, dan Metode UTAWI INI ITU versi Indonesia  enam jilid.


Parwito berharap, dengan adanya rintisan ini, Parwito menginginkan ada SMP dan SMA yang memiliki konsentrasi pada Matematika. Sehingga rintisan SD yang dibangunnya ini bisa diteruskan jenjangnya.


Sementara itu pada acara wisuda tersebut hadir berbagai tokoh masyarakat. Salah satunya adalah Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Eryani Sulam. Pria asal Tugu ini juga Pembina Yayasan Sabilul Hayat. Ia mengisahkan beratnya perjuangan dalam merintis yayasan tersebut.


"Yayasan ini berdiri pada 2016, kemudian pada 2017 berdirilah TK Al-Qur'aniyah, hingga tahun 2019 SD Assur Tugu dengan konsentrasi matematika," terang Eryani.


Ia menegaskan bahwa yayasan ini merupakan yayasan pendidikan dan sosial dan berkomitmen untuk mengawal sekolah yang fokus pada sains. Ia juga berharap agar yayasan ini mampu mencetak generasi qurani yang sehat dan cerdas.


Pewarta: Rosidin
​​​​​​​Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Indramayu Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×