• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 18 Juni 2024

Hikmah

KOLOM BUYA HUSEIN

Menangisi Waktu yang Pergi

Menangisi Waktu yang Pergi
(Iluatrasi: NU Online).
(Iluatrasi: NU Online).

Ada seorang sufi besar. Namanya Bisyr bin Harits al-Hafi. Ia lahir di dekat kota Merv sekitar tahun 150 Hijriah /767 Masehi. "Al-Hafi" bermakna "yang telanjang kaki". Ini adalah julukan orang kepadanya, karena Bisyr adalah pengelana yang telanjang kaki. Sebelumnya dia seorang pemuda berandalan. 


Suatu hari Basyr berkata :


مررت برجل من العُبَّاد بالبصرة وهو يبكي فقلت ما يُبكيك فقال أبكي على ما فرطت من عمري وعلى يومٍ مضى من أجلي لم يتبين فيه عملي


“Di Basrah, aku bertemu seorang saleh yang tekun ibadah. Ia duduk sendiri sambil menangis. Aku bertanya, “Apakah gerangan yang membuatmu menangis?”. Ia menjawab, “Aku menangis karena aku telah menyia-nyiakan umurku dan hari-hariku yang telah pergi. Ajalku makin dekat, namun belum jelas juga amalku (diterima atau tidak).” (Mujalasah wa Jawahir Al ‘Ilm, 1: 46).


Usia adalah waktu. Ia terus bergerak ke depan dan tak bisa kembali. Perjalanan hidup manusia dan semua ciptaan Tuhan selalu berlangsung dalam siklus yg tetap dari tiada menjadi ada, tumbuh- tunas-remaja-besar, tua, kembali kecil dan lalu lenyap/tiada lagi. 


Al-Qur'an menyebutkan ini dengan cara lain :


اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ (سورة الروم ٥٤)


Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.


Usai membaca ini aku merenungi diri dalam suasana hati harap-harap-cemas. al-Khawf wa al Roja. Dan aku ingat kata-kata Imam al Ghazali :  "Dunia ini hanyalah tempat singgah, bukan tempat menetap. Manusia bagai musafir yang menyusuri jalan menuju persinggahan terakhir untuk kemudian kembali ke tempat menetap dan abadi".


KH Husein Muhammad, salah seorang Mustasyar PBNU


Hikmah Terbaru