• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 28 Mei 2024

Daerah

Ziarah Walisongo Jelang Sya'ban, Rais Syuriah PCNU Kota Depok: Tawassul, Amalan Salafuna Sholih dari Nabi Muhammad SAW

Ziarah Walisongo Jelang Sya'ban, Rais Syuriah PCNU Kota Depok: Tawassul, Amalan Salafuna Sholih dari Nabi Muhammad SAW
Ziarah Walisongo Jelang Sya'ban, Rais Syuriah PCNU Kota Depok: Tawassul, Amalan Salafuna Sholih dari Nabi Muhammad SAW. (Foto: Abdul Mun'im Hasan).
Ziarah Walisongo Jelang Sya'ban, Rais Syuriah PCNU Kota Depok: Tawassul, Amalan Salafuna Sholih dari Nabi Muhammad SAW. (Foto: Abdul Mun'im Hasan).

Depok, NU Online Jabar
Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok KH Syihabuddin Ahmad memimpin Ziarah Wali Songo dan Muassis NU ke Makam Hadratus Syekh Mbah Hasyim Asyari, Gus Dur hingga Syekhona kholil Bangkalan yang diadakan oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Cimanggis Ustadz Sholahuddin membawa 2 bus rombongan Nahdliyin dan Nahdliyat Kota Depok selama seminggu, terhitung sejak Jumat (25/2) hingga Selasa (1/3).


Saat berada di bus, perjalanan menuju Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah KH Syihabuddin menyampaikan Mauidzhoh Hasanah tentang tawasul dan berdoa melalui perantara orang soleh yg masih hidup atau pun yang sudah wafat. 


"Tawasul merupakan amalan Salafunas Sholih yang jelas ajarannya dari Nabi Muhammad SAW. Terlebih berdoa menjadi hubungan kita kepada mereka walau sudah berada di alam yang berbeda, namun tidak menjadikan kita putus dengan mereka para Aulia Allah. Adanya Silaturruh (صلة الروح). Dan kita meyakini bahwa mereka mendapatkan rezeki di alam barzakhnya," jelasnya.

 

Ia mengutip Firman Allah surat Ali Imran ayat 169:


 وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ


Artinya: "Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki" (Aali Imron 169).


Kiai Syihabuddin mengungkapkan, Ini harus menjadi pegangan kita sebagai Muslim yang berakidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,


Lalu, ia mengutip Adapun dalil Tawasul kita kepada Aulia Allah dengan kita merujuk pada ayat Al-Maidah ini


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ


Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung,".


Yang jelas, sambungnya, adalah ketika seorang buta mendatangi Rasulullah SAW dan meminta didoakan agar sembuh dari penyakit butanya. Dan Diajarinya doa oleh Rasulullah Saw sebagai berikut 


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ ، وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ ، يَا مُحَمَّدُ إِنِّي تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّكَ فَيَقْضِيْ حَاجَتِي هَذِهِ


Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadapkan diriku kepada-Mu dengan Nabi-Mu Muhammad, nabi pembawa rahmat. Wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya aku menghadapkan diriku melalui perantaraanmu kepda Tuhanmu agar Dia memenuhi hajatku ini ..(sebutkan hajatnya),"


Kemudian dalam riwayat bahwa si buta tersebut sembuh seakan tidak pernah mengalami kebutaan. Dengan doa yang diajarkan Nabi kepadanya. 


ثم يقول: اَللَّهُمَّ شَفِعْهُ فِيَّ وَشَفِّعْنِي فِيْ نَفْسِيْ.


Kemudian dilanjutkan dengan doa: Ya Allah bantulah ia agar mensyafaatiku dan syafaatilah diriku. 


Dalam kesempatan yang sama, ia juga menuturkan, kegiatan ini harus kita ambil pelajaran dari apa-apa yang diajarkan Nabi kepada Salafunas Sholih tiada lain dengan mencintai Aulia Allah maka rahmat dan ridho-Nya akan sampai juga kepada kita. 


"Berziarah kepada Aulia Allah, merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW kepada umatnya, minimal kita tidak lupa sejarah mereka Orang-orang yang dicintai Allah Ta'ala, (المرء مع من احب) 'seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintai nya' semoga kita dikumpulkan bersama mereka," pungkasnya.


Selain itu, Ustadz Sholahuddin Ketua Tanfidziyah MWCNU Cimanggis Kota Depok berharap kegiatan ini mampu menjadi washilah keberkahan.


"Wisata Ziarah Ini menjadi wasilah bagi Nahdliyin Cimanggis untuk mendapatkan pengertahuan terkait para pendakwah Islam di Nusantara, dan ngalab keberkahan sebagai pengikut ajaran Wali Songo yang bermanhaj Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah," ujarnya kepada Kontributor NUJO melalui pesan WhatsApp.


Pewarta : Abdul Mun'im Hasan
​​​​​​​Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Daerah Terbaru