• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Sabtu, 20 April 2024

Daerah

Tips Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Berpuasa Ala Dr Steven 

Tips Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Berpuasa Ala Dr Steven 
Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Jawa Barat, Dr Steven Saputro. (Foto: Istimewa)
Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Jawa Barat, Dr Steven Saputro. (Foto: Istimewa)

Bandung, NU Online Jabar 
Menahan rasa lapar dan haus selama kurang lebih 12 jam tentu membuat tubuh kita menjadi lemas. Ini disebabkan karena tubuh kita tidak mengonsumsi apa pun baik makanan ataupun minuman, sehingga tidak ada asupan gizi yang dapat diserap oleh tubuh. 


Selama bulan Ramadhan umat Islam memang dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Namun, menjaga tubuh agar tetap fit juga perlu dilakukan agar kita tetap bisa beraktivitas seperti biasanya. 


Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Jawa Barat, Dr Steven Saputro memberikan tips agar tubuh tetap bugar saat sedang berpuasa. 


Dr Stevan mengatakan apa yang kita konsumsi saat sahur bisa menjadi salah satu faktor kebugaran tubuh kita saat sedang berpuasa. Oleh karena itu, ia menyarankan agar kita memilih makan-makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein tinggi saat sahur. 


“Karbohidrat kompleks lebih diutamakan daripada karbohdirat sederhana karena lebih sulit dicerna sehingga memungkinkan membuat kenyang lebih lama,” jelas Dr Steven.


Dr Steven menjelaskan bahwa jenis makanan yang termasuk ke dalam karbohidrat sederhana seperti bubur, lontong, dan makanan olahan lainnya. Sementara itu, karbohidrat kompleks adalah bahan makanan yang tidak berubah bentuk baik pada saat sebelum diolah maupun sesudah diolah seperti nasi. 


Selain itu, kita juga dianjurkan untuk mengonsumsi makan-makanan yang mengandung protein tinggi baik protein hewani maupun protein nabati. Selain berfungsi sebagai sumber energi tubuh, protein ini nantinya berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh dan membentuk antibodi sehingga tubuh lebih kuat menahan paparan virus dan/atau bakteri.


“Ketika kita berpuasa, kita akan banyak menghabiskan kalori sehingga dengan mengonsumsi makan-makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein tinggi secara seimbang diharapkan dapat mengganti kalori yang terpakai pada saat berpuasa,” terang Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran angkatan Anantara itu.


Ia juga menyarankan agar untuk tetap menjaga kadar air dalam tubuh dengan mengonsumsi air putih minimal 2 liter dalam satu hari. Untuk mensiasati agar asupan air yang masuk ke dalam tubuh tetap terjaga, Dr Steven menyarankan untuk mengkonsumsi 2 gelas pada saat berbuka, 1 gelas setelah makan, 1 gelas sebelum dan setelah shalat tarawih, 1 gelas sebelum tidur, dan 2 gelas pada saat sahur. 


“Bisa diatur seperti itu, intinya bisa diatur bagaimana agar bisa mencapai batas minimal konsumsi air untuk tubuh kita dalam sehari, ini hanya sebagai alternatif karena setiap orang berbeda-beda, bisa saja diperbanyak pada saat sahur atau lain sebagainya sehingga 8 gelas perhari itu terpenuhi, setiap orang memang berbeda-beda, tapi secara rata-rata 2 liter perhari atau 8 gelas perhari,” paparnya.


Dr Steven juga menyarankan untuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula terlalu tinggi pada saat berbuka. Ia menyarankan untuk berbuka dengan makan-makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti kurma sebagaimana yang dianjurkan oleh Nabi Saw.


“Jangan berbuka dengan mengkonsumsi makan-makanan yang manisnya karena pemanis buatan seperti sirup, kolek, dan sebagainya. Nabi menyarankan kita untuk berbuka dengan kurma, yang mana kurma ini termasuk ke dalam makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, kalau tidak ada kurma bisa diganti dengan air putih,” ucapnya.


“Secara gampangnya, jangan membiarkan tubuh itu kaget ketika lama tidak mengkonsumsi apapun, lama tidak mengkonsumsi gula tapi tiba-tiba ada gula masuk dan yang masuk ini berasal dari pemanis buatan, ini kurang baik untuk tubuh,” tandasnya. 


Pewarta: Agung Gumelar


Editor:

Daerah Terbaru