Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Juhadi Muhamad: KH Wahab Chasbullah Populerkan Kembali Tradisi Halal Bihalal 

KH Juhadi Muhamad: KH Wahab Chasbullah Populerkan Kembali Tradisi Halal Bihalal 
Ketua PWNU Jabar KH Juhadi Muhamad saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal PWNU Jabar bersama para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan lembaga serta banom di Gedung Dakwah PWNU Jabar di Jalan Terusan Galunggung, No. 9 Lingkar Selatan, Lengkong, Kota Bandung, Rabu (18/05) pagi. (Foto: NUJO/Agung)
Ketua PWNU Jabar KH Juhadi Muhamad saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal PWNU Jabar bersama para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan lembaga serta banom di Gedung Dakwah PWNU Jabar di Jalan Terusan Galunggung, No. 9 Lingkar Selatan, Lengkong, Kota Bandung, Rabu (18/05) pagi. (Foto: NUJO/Agung)

Bandung, NU Online Jabar
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Juhadi Muhamad mengatakan bahwa Halal Bihalal sudah menjadi tradisi warga Nahdliyin sejak zaman dulu. Bahkan, katanya, KH Wahab Chasbullah lah yang mempopulerkan kembali tradisi Halal Bihalal ini. 

 

Hal itu disampaikannya dalam acara Halal Bihalal PWNU Jabar bersama para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan lembaga serta banom di Gedung Dakwah PWNU Jabar di Jalan Terusan Galunggung, No. 9 Lingkar Selatan, Lengkong, Kota Bandung, Rabu (18/05) pagi.

 

“Halal Bihalal adalah kegiatan yang sudah menjadi tradisi bagi kita sebagai warga Nahdlatul Ulama. Dan kegiatan ini dimulai dari zamannya Mbah Wahab Chasbullah yang mempopulerkan kembali tradisi Halal Bihalal,” tuturnya saat memberikan sambutan. 

 

“Halal Bihalal ini tidak dimiliki oleh negara lain selain di Indonesia, termasuk mungkin budaya mudik yang hanya terjadi di Indonesia, di negara-negara lain saya lihat tidak seperti di Indonesia. Bahkan seolah-olah mudik ini sudah menjadi kewajiban,” tambahnya. 

 

Oleh karena itu, lanjutnya, tidak heran ketika mudik sudah diperbolehkan di tahun 2022 ini jalan-jalan yang ada di pulau Jawa maupun luar pulau Jawa terlihat penuh dengan kendaraan. Hal ini menurutnya, disebabkan oleh antusiasme warga Muslim Indonesia yang ingin merayakan hari raya di kampung halamannya masing-masing pasca 2 tahun berturut-turut tidak bisa mudik karena pandemi. 

 

“Tentu ini banyak manfaat yang bisa diambil oleh saudara-saudara kita ketika melaksanakan mudik. Dari sisi silaturahmi juga sangat luar biasa ketika beberapa tahun kita tidak ketemu, sekarang ini bisa bertemu dengan orang tua, saudara-saudara, dan keluarga,” katanya.

 

Kemudian, lanjutnya, dari sisi ekonomi kegiatan mudik ini juga membantu meningkatkan perekonomian yang sangat signifikan. “Saya yakin kemarin selama musim mudik ada peningkatan ekonomi yang sangat signifikan,” ujarnya. 

 

Kiai Juhadi mengungkapkan dalam kegiatan Halal Bihalal ini juga akan dilaksanakan rapat gabungan pengurus tanfidziyah dengan syuriyah untuk menindak lanjuti program kerja yang sudah dicanangkan pasca Konferensi Nahdlatul Ulama Jawa Barat pada Oktober 2021 lalu. Di antara program besar PWNU Jawa Barat yakni ingin mendirikan 5 perguruan tinggi dan 5 rumah sakit. 

 

“Mungkin ini dianggap berat, tapi saya pikir insyaallah kita dengan 18 lembaga yang ada di PWNU bisa merealisasikannya,” tandasnya. 

 

Sebagai informasi, pada kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara PWNU Jawa Barat dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat dalam rangka Pencegahan dan Pembarantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelar Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN). 

 

Pewarta: Agung Gumelar

Terkait

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×