Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Farid Ashr Wadahr: Dzikir dan Doa Kunci Utama Perjalanan Akhir Zaman

KH Farid Ashr Wadahr: Dzikir dan Doa Kunci Utama Perjalanan Akhir Zaman
KH Farid Ashr Wadahr, Ketua JATMAN Indramayu (Foto: Tangkapan layar YouTube Darun Nahwi TV).
KH Farid Ashr Wadahr, Ketua JATMAN Indramayu (Foto: Tangkapan layar YouTube Darun Nahwi TV).

Indramayu, NU Online Jabar
Sejumlah tokoh ulama dan pejabat turut menghadiri acara Haul Mbah Syakir Wotgali Indramayu pada Sabtu (21/05) kemarin. Mulai dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2015-2020 yakni KH Said Aqil Siradj, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu KH M Mustofa, hingga Bupati Indramyu Nina Agustina juga hadir di kegiatan ini. 

 

Doa bersama dan tahlil yang digelar di Masjid Kiai Syakir Wotgali itu dipimpin Ketua Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Indramayu, KH Farid Ashr Wadahr. Gus Farid, sapaan akrabnya, dalam kesempatan tersebut mengungkap tentang dzikir dan doa sebagai kunci utama perjalanan manusia di akhir zaman.

 

"Sekarang banyak orang lupa diri, lupa daratan, jika dilihat, masih banyak orang Islam, buktinya saja masjid dan musala penuh dengan salat Idul Fitri, sampai ke jalan, sampai ke latar. Yang mudik juga ada banyak yang tujuannya adalah Idul Fitri dan silaturahim. Umat Islam masih banyak, semoga kiamatnya masih jauh,” ujar Gus Farid setelah memimpin tahlil.

 

Pimpinan Ponpes An-Nur Tegalmulya, Krangkeng, Indramayu itu menganggap hal tersebut hanya dilihat secara lahir, wajah Islam pada hakikatnya bisa dilihat saat shalat subuh yang cenderung sepi.

 

"Oleh karena itu, jangan hanya kita yang selamat, menegakkan perilaku dan aturan Islam, berjemaah, dzikir, atau tahlil, tapi mari kita ajak anak-cucu kita,” tuturnya. 

 

Menurut Gus Farid, ada banyak manfaat dari wirid yang diantaranya bisa menyelamatkan orang yang mengamalkannya dari musibah.

 

"Manfaat wirid bukan hanya agar kita selamat dunia akhirat, tetapi ada banyak. Diantaranya saat kita akan terkena celaka, musibah, karena istikamah zikir, istikamah wirid, sering berdoa, dekat dengan Allah, sehingga dijauhkan dari celaka dan musibah. Itu adalah barokah zikir,” ungkapnya. 

 

Tiga kalimat dzikir seperti istighfar, shalawat, dan tahlil bisa dibaca untuk mengistiqamahkan dzikir dalam kehidupan sehari-hari.

 

"Kalau kita masih sering dzikir, insyaallah iman kita masih stabil, tidak terpengaruh situasi zaman, dan semoga tidak terpengaruh hawa nafsu sehingga iman kita masih utuh sampai akhir hayat, mati dalam keadaan khusnul khatimah, Aamiin,” katanya. 

 

"Kita bisa membaca dzikir 3 kalimat saja, astagfirullahal'azhim 100 kali, shalawat shollahu'alamuhammad 100 kali, laailaahaillallah 100 kali,” ungkapnya dalam kegiatan yang disiarkan di kanal YouTube Darun Nahwi TV.

 

Tak lupa dalam acara tersebut, Gus Farid juga mengungkap tentang ciri orang beriman bahwa selain bertakwa dengan menjalankan kewajiban, orang beriman membuat wasilah kepada orang yang dekat dengan Allah.

 

"Termasuk Indonesia menjadi tenteram, meski banyak konflik tapi tidak sampai hancur, hal ini disebabkan barokah wasilah para wali, sunan, dan orang-orang yang sudah dekat dengan Allah,” tandasnya. 

 

Pewarta: Ari AJ 
Editor: Agung Gumelar

Indramayu Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×