Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH. Aceng Mujib: NU Merupakan Organisasi yang Humanis

KH. Aceng Mujib: NU Merupakan Organisasi yang Humanis
KH Aceng Abdul Mujib. (Foto: M Salim)
KH Aceng Abdul Mujib. (Foto: M Salim)

Garut, NU Online Jabar

Menginjak usia Nahdlatul Ulama yang ke-96, KH Aceng Abdul Mujib mengamanatkan kepada pengurus agar mengurusi NU secara humanis. Hal tersebut disampaikan kepada NU Online ketika berkunjung ke kediamannya di Komplek Pesantren Salaman RT 03 RW 05 Desa Sukamulnya Kec. Sukaresmi Kab. Garut-Jawa Barat.

 

Dalam pernyataanya kepada NU Online, warga NU harus sadar akan NU sebagai organisasi Diniyah Islamiyah sebagaimana visi, misi dan tujuan NU. Aceng Mujib sapaan akrabnya mengajak kepada semua orang yang terlibat mulai dari pengurus, kader dan warga NU untuk ikut bertanggungjawab secara moral, dalam mempertahankan, memperkuat dan mengembangkan NU dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.

 

Kader NU harus betul-betul berpacu dengan meningkatkan kualitas keilmuan, dengan mengaji dan sekolah. Kader dimasa sekarang pendidikan bukan lagi hal yang sulit untuk diakses.

 

Pengurus NU juga menurut Aceng Mujib harus memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat, agar masyarakat bisa diperlakukan secara manusiawi. Jangan hanya tahlilan dan amaliah lain yang harus dijaga, namun juga pengurus NU jangan sampai membiarkan ada masyarakat yang kelaparan, yang sakit tidak bisa berobat, pergaulan bebas yang tidak perlu dan masalah lainnya. Sehingga pengurus NU harus membuat jaringan untuk menjawab permasalahan masyarakat tersebut.

 

“Jangan sampai membiarkan ada masyarakat yang kelaparan, yang sakit tidak bisa berobat, pergaulan bebas yang tidak perlu dan masalah lainnya. Sehingga pengurus NU harus membuat jaringan untuk menjawab permasalahan masyarakat tersebut," tegas Aceng Mujib.

 

Iapun berpesan kepada pengurus NU jangan mudah puas dengan prestasi yag sudah didapat, namun harus tetap bergerak sebagaiman ketarangan yang menyatakan hari esok harus lebih baik daripada hari sekarang.

 

Aceng Mujib juga berpesan agar NU harus menjadi ormas yang kompetitif, agar siap bersaing dengan golongan dan kelompok manapun, dimana masa sekarang, banyak kelompok dan organisasi yang menggunakan agama sebagai kedok untuk kepentingan sesaat.

 

Menurutnya NU harus responsif, akomodatif, sportif dan bisa menunjukan serta membuktikan lahir batin untuk menyadarkan dan menyelamatkan masyarakat, agar masyarakat tahu apa yang lebih penting dihadapan Allah SWT.

 

Menuju satu abad NU, Aceng Mujib menakankan agar NU tidak tergerus oleh zaman, maka hal yang perlu dilakukan yaitu mempersiapkan kader dengan ilmu yang luas, akhlak yang baik, spiritualnya dan profesionalnya jelas, maka NU akan tetap menjadi pilihan masyarakat dunia.

 

Sebaliknya kalau NU monoton, statis apa lagi pengurusnya malah sibuk mengurusi isi perut, kedudukan, jabatan, dan politik yang malah mengacam kedudukan NU, maka akan hancur dengan sendirinya. Kader NU harus melakukan segala hal dengan hati nurani, berpolitik tidak asal berpolitik, berusaha tidak hanya berusaha, namun harus diniatan lillahita’ala, walau hal tersebut sangat sulit, namun tetap belajar dan mencoba untuk melakukannya.

 

Ia pun mengajak kita agar semakin pede, karena NU milik kita bersama dan merupakan NU organisasi yang akan membawa kebahagiaan lahir dan batin, serta dunia dan akhirat. Menurutnya, NU merupakan organisasi moderat, dan NU bisa menciptakan kader hebat, itu harus diyakini.

 

Pewarta: Muhammad Salim

Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×