• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 18 Juni 2024

Daerah

Muktamar Lampung

Cerita Bupati Sumedang Hadiri 6 Kali Muktamar NU secara Berturut-turut

Cerita Bupati Sumedang Hadiri 6 Kali Muktamar NU secara Berturut-turut
Cerita Bupati Sumedang Hadiri 6 Kali Muktamar NU secara Berturut-turut
Cerita Bupati Sumedang Hadiri 6 Kali Muktamar NU secara Berturut-turut

Sumedang, NU Online Jabar
Bupati Sumedang H Dhony Ahmad Munir bersama istrinya yang berpakaian Muslimat NU tampak berjalan kaki di belakang barisan Pasukan Inti Pagar Nusa dan Banser. Ia berjalan dengan agak tergesa meninggalkan lokasi pembukaan Muktamar ke-34 NU di Pondok Pesantren Darus Sa’adah, Lampung Tengah. Sesekali telapak tangan melindungi matanya dari silau sengat matahari. Butir-butir keringat berlelehan di wajahnya. 

 

Ia mengaku hadir ke muktamar NU bukan karena permintaan siapa-siapa, melainkan jiwanya sebagai Nahdliyin.

 

Memang dalam darahnya mengalir perjuangan kakeknya, KH Muhammad Syatibi Imam Masjid Agung Sumedang sepanjang hayat, Rais Syuriyah PCNU Sumedang, dan sempat menjadi Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat. Sementara ayahnya, KH Subki Makmun, adalah pendiri sekaligus Ketua IPNU pertama Sumedang. 

 

“Ini muktamar ke-6 yang saya hadiri,” katanya sembari tetap berjalan di belakang barisan Pagar Nusa dan Banser.

 

Bupati Dhony, sambil berjalan mengabsen muktamar-muktamar yang pernah ia hadiri, yaitu Muktamar Ke-29 NU di Cipasung, Tasikmalaya (Jawa Barata) pada 1994. Lalu Muktamar ke-30 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri (Jawa Timur) pada 1999; Muktamar Ke-31 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali (Jawa Tengah) pada 2005; Muktamar ke-32 di Asrama Haji Sudiang, Makassar (Sulawesi Selatan) pada 2010; Muktamar ke-33 NU di Jombang (Jawa Timur) pada 2015, dan muktamar kali ini yang berlangsug di Lampung Tengah. 

 

“Saya sudah terbiasa mengikuti muktamar. Jadi kalau ada muktamar itu seolah-olah menjadi kewajiban saya menghadirinya,” katanya, “mencari barokah,” tambahnya.

 

Bupati yang pernah jadi aktivis IPNU, PMII, dan GP Ansor ini mengaku bahagia mengikuti muktamar karena bisa melihat dan bertemu dengan ulama-ulama dari seluruh Nusantara. 

 

“Lebih dari itu silaturahim dengan teman-teman,” katanya sembari menanggapi seseorang yang menyapanya. 

 

Ia mengaku, karena perhelatan akbar ini berjalan 2 hari, dirinya akan tetap berada di Lampung Tengah sampai selesai muktamar.  

 

“Ya, kumpul-kumpul bersama sahabat-sahabat,” pungkasnya.

 

Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Editor:

Daerah Terbaru