Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Ketua LPBI NU Cianjur Dorong Hunian Tetap Sesuai Potensi Bahaya

Ketua LPBI NU Cianjur Dorong Hunian Tetap Sesuai Potensi Bahaya
Ketua LPBI NU Cianjur Dorong Hunian Tetap Sesuai Potensi Bahaya
Ketua LPBI NU Cianjur Dorong Hunian Tetap Sesuai Potensi Bahaya

Cianjur, NU Online Jabar
Gempa Cianjur 5,6 SR merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di zona system sesar Cimandiri. Episenter terletak pada zona sumber gempa sesar aktif yang belum terpetakan. Sesar Cimandiri terdiri atas 3 segmen yaitu segmen Cimandiri (Selatan), sesar Nyalindung-Cibeber (Tengah), dan Segmen Rajamandala (Utara).


Peta Percepatan geratan gempa Tanah (PGA) Gempa Bumi Cianjur pada tanggal 21 November 2022 meliputi Kecamatan Pacet, Cugenang, Cianjur, Gekbrong Warungkondang, Karangtengah, Sebagian wilayah Cilaku, Mande, Sebagian wilayah Sukaluyu dan Sebagian wilayah Ciranjang.


Berdasarkan rekomendasi dari kepala BMKG pada tanggal 02 Desember 2022, lokasi calon hunian tetap direkomendasikan di Sirnagalih Cilaku dan Murnisari Mande. Sedangkan untuk calon hunian tetap Cipendawa tidak direkomendasikan.


"Berdasarkan hasil monitoring aktivitas gempa susulan dan survey lapangan yang dilakukan BMKG menunjukan keaktifan sumber gempa pada area system sesar cimandiri yang meliputi wilayah kecamatan Cugenang dan Sebagian Kecamatan Pacet," dalam keterangan BMKG.


Menurutnya, wilayah yang direkomendasikan direlokasi mencakup zona seismik aktif gempa susulan yang meliputi sebagian dari Kecamatan Cugenang yaitu : 

 
  1. Desa Ciputri 
  2. Desa Pasir sarongge 
  3. Desa Galudra 
  4. Desa Nyalindung 
  5. Desa Sukamulya 
  6. Desa Sarampad 
  7. Desa Talaga 
  8. Desa Salakawung 
  9. Desa Cirumput dan
  10. Desa Cibulakan sedangkan di Kecamatan Pacet yaitu Desa Ciherang.


"Sebagai early warning system Potensi kegempaan 20 tahunan menjadi perhatian warga masyarakat Cianjur untuk menghindari potensi gempa dan kontruksi tahan gempa dan penyiapan masyarakat yang tangguh bencana, karena Cianjur pernah mengalami gempa pada 10 Februari 1982 dan 12 Juli 2000," tuturnya.


Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Cianjur, H. Sidik Mulyadi melaporkan berdasarkan data dari BPBD Cianjur Korban jiwa 331 Orang, Luka Luka 593 Orang, dalam Pencarian 11 Orang, pengungsi 114.683.


"NU Peduli melakukan respons terhadap bencana dari awal masa tanggap darurat di beberapa cluster yaitu pencarian dan pertolongan bergabung dengan Tim SAR di Cijedil, melakukan pemulasaraan jenazah L, asessment terhadap lembaga pendidikan dan sarana ibadah yang terdampak, pembuatan sanitasi dan Mushola darurat,  membuka dapur umum, menyediakan layanan kesehatan, membuat Shelter pengungsian, menerima dan menyalurkan logistik kepada para penyintas di wilayah terdampak dan melakukan dukungan psikososial," katanya.


Sidik menyampaikan, relawan NU peduli Cianjur dibantu oleh relawan seluruh Indonesia yang telah bergabung di Posko Cianjur diantarnya dari Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, DKI Jakarta, Lampung, Sumatera Selatan, dan beberapa Kabupaten/Kota se Jawa Barat. 


"Kami haturkan terima kasih kepada seluruh relawan se Indonesia. Semoga langkah kita senantiasa diridhoi Allah SWT amin," ucap Sidik.


Menurutnya, masa tanggap darurat bencana gempa Cianjur berlaku 30 hari, selanjutnya dilakukan Jitupasna kemudian rehab rekon. 


"Semoga warga masyarakat bisa bersabar dan tawakal dalam menghadapi musibah gempa bumi tersebut," tandasnya.


Pewarta: Wandi Ruswannur
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

terpopuler

rekomendasi

topik

×