• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 22 April 2024

Ubudiyah

KH Cep Herry Syarifudin: Tarekat Cipasung dan Amalan Al-Musabbi'atul 'Ashri

KH Cep Herry Syarifudin: Tarekat Cipasung dan Amalan Al-Musabbi'atul 'Ashri
KH Cep Herry Syarifudin: Tarekat Cipasung dan Amalan Al-Musabbi'atul 'Ashri. (Foto: Abdul Mun'im Hasan).
KH Cep Herry Syarifudin: Tarekat Cipasung dan Amalan Al-Musabbi'atul 'Ashri. (Foto: Abdul Mun'im Hasan).

Tasikmalaya, NU Online Jabar
Pada tayangan video yang diunggah oleh Channel Youtube Istilam (Istana Ilmu Sabilurrahim) pada Selasa (2/8), Wakil Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Cep Herry Syarifudin, menyampaikan kiat agar mengamalkan sebuah wirid yang sangat penting untuk kemakmuran, keselamatan, kesuksesan dan kebahagiaan lahir batin di dunia dan akhirat.


Berikut ini uraiannya :


Al-Musabbi'atul 'Ashri (sepuluh amalan utama yang dibaca tujuh kali masing-masingnya) yaitu :

 
  • Al-Fatihah 7x
  • An-Naas 7x
  • Al-Falaq 7x,
  • Al-ikhlas 7x, 
  • Al-Kafirun 7x, 
  • Ayat Kursi 7x,
  • سُبْحَانَ اللهِ وَ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ لاَاِلٰهَ اِلاَّ اللهُ وَ اَللهُ اَكْبَرُ وَ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ (×٧).
  • اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى أٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ  وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى أٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ  فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ . (×٧).
  • اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ . (×٧).

“Ya ALLAH, ampunilah aku dan kedua orangtuaku, dan untuk Mukminin-Mukminat, Muslimin-Muslimat baik yang masih hidup maupun yang mati.” (7x)

 
  • اَللّٰهُمَّ افْعَلْ بِيْ وَ بِهِمْ عَاجِلاً وَ أٰجِلاً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْأۤخِرَةِ مَا اَنْتَ لَهُ اَهْلٌ وَلاَ تَفْعَلْ بِنَا يَا مَوْلاَنَا مَا نَحْنُ لَهُ اَهْلٌ اِنَّكَ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ جَوَّادٌ كَرِيْمٌ رَئُوْفٌ رَّحِيْمٌ . (×٧).


“Ya Allah, perlakukanlah aku dan mereka (Muslimin/at dan Mukminin/at) apa saja yang Engkau pantas memperlakukan kami (sebaik-baiknya) dalam urusan agama, dunia dan akhirat (kami) dalam waktu cepat maupun lambat, dan janganlah Engkau memperlakukan kami –duhai Tuhanku- dengan apa-apa yang kami layak diperlakukan (dengan hal yang tidak pantas dikarenakan kesalahan, ketelodaran dan pembangkangan kami). Sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana, Dzat Yang Maha Pemurah lagi Maha Mulia/Maha Dermawan, Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”


"Amalan ini dapat diwiridkan tiap pagi dan sore sebanyak 1 kali, atau sehari semalam cukup 1 kali, atau tiap hari Jum’at 1 kali, atau setahun 1 kali," jelasnya yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Sabilurrahim. 


Faedahnya sangat banyak sekali mencakup kebahagiaan, kesejahteraan, dan keselamatan lahir batin, serta kesuksesan dunia akhirat, termasuk pula menolak segala keburukan dunia dan akhirat, antara lain:

 
  1. Dihindarkan dari kemiskinan, sehingga akan selalu diberi kecukupan bahkan keberlimpahan dan keberkahan rezeki.
  2. Dijauhkan dari kesulitan, sehingga segala urusannya selalu dipermudah oleh Allah Ta’ala.
  3. Jika terlilit hutang, maka segala hutangnya pasti dilunaskan oleh Yang Maha Kaya.
  4. Selamat dari sakit keras, atau penyakit yang berbahaya, kronis atau parah, semuanya akan dihindarkan.
  5. Selamat dari caci makian musuh, diselamatkan dari bahaya musuh-musuhnya.
  6. Selamat dari butuh kepada pertolongan orang,  segala kebutuhannya dicukupkan oleh Allah. sehingga ia tidak membutuhkan lagi kepada pertolongan orang lain.
  7. Selamat dari dikuasai orang lain, sehingga dijadikan orang yang berjiwa merdeka, tidak didikte atau dikuasai orang lain.
  8. Selamat dari kandas atau gagalnya harapan dan cita-cita, sehingga akan berhasil meraih cita-citanya, qobul segala hajatnya.
  9. Selamat dari fitnah siang dan malam, baik pada diri dan keluarganya.
  10. Selamat dari pasangan hidup (suami/ isteri) yang buruk, sehingga suami atau isteri yang akhlaqnya buruk ataupun durhaka, berubah akhlaqnya menjadi baik dan saleh/salehah, menjadi suami/isteri yang taat.
  11. Selamat dari tetangga yang jahat, sehingga tetangga yang jahat akan diberi kesalehan, sikap buruknya berubah menjadi baik kepada kita.
  12. Selamat dari keras hati. Hatinya akan dilembutkan, meresapi nasehat, tergugah untuk selalu berbuat kebaikan, gampang menyesali dosa-dosa.  


Sedangkan keburukan akhirat yang dijauhkan dari pembaca wirid ini antara lain:

  1. Diselamatkan dari fitnah ketika ajal dari fitnah setan yang membujuk kepada kekufuran saat sakarotul maut, sehingga wafatnya membawa iman dan Islam.
  2. Selamat dari mati yang buruk (su’ul khotimah).
  3. Selamat dari fitnah adzab kubur, sehingga terhindar dari siksa kubur, bahkan mendapat nikmat kubur, dimudahkan menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir, kuburnya terang dan lapang.
  4. Selamat dari huru-hara di padang Mahsyar. sehingga akan diselamatkan dari panasnya Padang Mahsyar.
  5. Selamat dari kesulitan saat pemeriksaan dan ditimbangnya amal, sehingga akan dipermudah perhitungan dan timbangan amalnya.
  6. Selamat saat menyeberang shirothol mustaqim.
  7. Dan kesulitan-kesulitan di akhirat lainnya, semuanya akan dihindarkan dari pengamal wirid ini.. 


"Selamat mengamalkan. Semoga banyak manfaatnya, Ajaztukum (saya mengijazahkan kepada kalian)," pungkasnya. 


Patut diketahui KH Cep Herry Syarifudin merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrahim, pengamal tarekat cipasung yang tak lepas dari mengajar dan terus mengajar yang tentunya diawali dari terus belajar. Menjadi tempat mengajar di pesantrennya yang beralamat di Jl. Raya Cileungsi-Jonggol (Depan Water Kingdom, Taman Buah Mekarsari) Desa Mekarsari Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 


Kiai Cep Herry merupakan alumni Pesantren Cipasung yang sanad keilmuan dan tarekatnya kepada Ajengan KH Ilyas adalah murid ayahnya – Abah Ajengan Cipasung. Kenyataannya yang pernah menjabat Rais Aam PBNU itu tidak pernah belajar di pesantren manapun selain pesantren Cipasung.


Dari Gurunya inilah silsilah ilmu beliau tersambung dengan para ulama besar yang memiliki silsilah sampai ke Rasulullah Muhammad SAW. Guru dari KH Ilyas ke Ajengan Ruhiat bin Abdul Gofur. 


Pewarta : Abdul Mun'im Hasan
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Ubudiyah Terbaru