Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Keutamaan Puasa di Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Puasa di Bulan Dzulhijjah
Keutamaan Puasa di Bulan Dzulhijjah. (Ilustrasi: NUJO/M Rizqy F).
Keutamaan Puasa di Bulan Dzulhijjah. (Ilustrasi: NUJO/M Rizqy F).

Rabu (29/6) lalu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Lembaga Falakiyah (LF) NU, bahwa awal Dzulhijjah jatuh pada hari Jumat 1 Juli 2022. 


Dzulhijjah merupakan salah satu bulan dalam hijriah yang memiliki keistimewaan. Banyak keistimewaan yang diungkapkan dalam hadits dan dibulan tersebut bisa diambil manfaatnya oleh kaum muslimin untuk melipatgandakan seluruh aktifitas ibadahnya. Sebab, pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT sangat luar biasa, dalam dua hadits yang menyebutkan keistimewaan bulan Dzulijjah adalah sebagai berikut:


عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: مامن أيام العمل الصالح فيها أحب الى الله عزوجل منه فى هذه الأيام يعنى ايام العشر, قالوا ولاالجهاد فى سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد فى سبيل الله, الا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء  


"Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata “Tidak ada hari di mana amal shaleh di dalamnya sangat dicintai oleh Allah  melebihi 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah. Para sahabat lantas bertanya “apakah amal itu dapat membandingi pahala jihad fi sabilillah?” bahkan amal pada 10 hari Dzulhijjah lebih baik dari pada jihad fi sabilillah kecuali jihadnya seorang lelaki yang mengorbankan dirinya, hartanya, dan dia kembali tanpa membawa semua itu (juga nyawanya) sehingga ia mati sahid. Tentu yang demikian itu (mati sahid) lebih baik".


Kemudian, hadits yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah ra yakni: 


عن أبى هريهرة رضي الله عنه, عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: ما من ايام احب الى الله تعالى أن يتعبد له فيهن من أيام عشر ذى الحجة, وان صيام يوم يعدل صيام سنة, وقيام ليلة كقيام سنة   


"Tidaklah ada hari yang paling disukai oleh Allah SWT,  dimana Dia disembah pada hari itu kecuali, sepuluh hari bulan Dzulhijjah. Puasa satu hari di dalamnya sama halnya dengan puasa satu tahun. Ibadah, shalat malam sekali pada malamnya seperti sahalat malam selama satu tahun pula,".


Dilansir dari nu.or.id, terdapat tiga hari teristimewa dalam sepuluh hari di awal bulan Dzulhijjah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah yang disebut dengan yaumu tarwiyah, 9 Dzulhijjah yang disebut yaumul ‘arafah dan tanggal 10 Dzulhijjah yang disebut yaumun nahr. Namun, meski ketiga tersebut bernilai istimewa, akan tetapi ketujuh hari lainnya juga msih tetap istimewa karena memiliki kandungan sejarah yang luar biasa.


Secara historis, Ibnu Abbas pernah menerangkan bahwa dalam rentangan sejarahnya hari-hari di sepuluh pertama bulan Dzulhijjah ini adalah hari penuh makna karena terjadi berbagai peristiwa besar yang berhubungan pada perubahan kehidupan manusia selanjutnya.


Hari pertama Dzulhijjah adalah hari pertama dimaafkannya Nabi Adam oleh Allah swt, setelah beberapa lama beliau meminta pengampuanan atas kesalahannya memakan buah huldi di surga. Oleh karena itu Rasulullah saw pernah bersabda: "Barang siapa yang berpuasa di hari pertama bulan Dzulhijjah maka Allah akan memaafkan dosa-dosanya sebagaimana yang terjadi kepada Nabi Adam,".


Hari kedua Dzulhijjah adalah hari diselamatkannya Nabi Yunus as oleh ikan Nun setelah beberapa hari berada di dalam perutnya sembari terus bertasbih dan beribadah kepada Allah swt. Pada hari inilah Nabi Yunus dipersilahkan keluar dari perut ikan Nun.


Oleh karena itulah Rasulullah SAW: pernah bersabda: "Barang siapa beribadah di hari kedua bulan Dzulhijjah baginya pahala yang menyerupai ibadah satu tahun tanpa ada maksiat,".


Hari ketiga Dzulhijjahh adalah hari dikabulkannya do’a nabi Zakariya as. untuk kemudian dianugerahi seorang anak.namanya Yahya. Adapun hari keempat Dzulhijjah adalah hari kelahiran Nabi Isa as. Hari kelima Dzulhijjah hari kelahiran Musa as. Hari keenam Dzulhijjah adalah hari-hari kemenangan para Nabi dalam memperjuangkan ajaran tauhid. Hari ketujuh bulan Dzulhijjah adalah hari ditutupnya pintu neraka Jahannam.


Rasulullah saw pernah bersabda: "Barang siapa berpuasa di hari ke tujuh bulan Dzulhijjah akan ditutup tiga puluh kesulitan dalam hidupnya dan dibuka tiga puluh pitu kemudahan baginya,".


Adapun hari kedelapan yang disebut dengan hari tarwiyah diantara fadhilah yang masyhur bagi mereka yang berpuasa pada hari tarwiyah maka baginya pahala yang sangat besar, yang karena sangat besarnya tiada yang tahu pasti ukurannya kecuali allah swt.


Sedangkan di hari kesembilan yang disebut dengan hari tasu’a, barang siapa yang berpuasa pada hari kesembilan maka pahala baginya seperti berpuasa selama enampuluh tahun. Adapun pada hari kesepuluh yang disebut dengan yaumun nahr hari penyembelihan korban, maka diharamkan kepada siapapun berpuasa waktu itu.


Muhammad Rizqy Fauzi
(Tulisan ini pernah dimuat di NU Online pada September 2014 dan sedikit ada perubahan dalam narasi).

Terkait

Ubudiyah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×