• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Ubudiyah

Berikut Tips Pelihara Kucing Menurut Ajaran Islam

Berikut Tips Pelihara Kucing Menurut Ajaran Islam
Berikut Tips Pelihara Kucing Menurut Ajaran Islam
Berikut Tips Pelihara Kucing Menurut Ajaran Islam

Kucing termasuk salah satu hewan satwa peliharaan yang populer di Indonesia, dan banyak dipelihara manusia. Ada banyak alasan manusia memilih kucing sebagai hewan peliharaan sebab kucing bisa dijadikan teman setia dan menyenangkan saat berada rumah. Kucing adalah makhluk yang penuh pesona, memiliki kepribadian yang unik, dan mampu menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan pemiliknya.


Melansir laman NU Online, Berdasarkan data International Aid for the Protection & Welfare of Animals, diperkirakan sekitar 500-700 juta populasi di dunia, dengan persentase 480 juta di antaranya merupakan kucing liar. Lebih lanjut, dari 700 juta tersebut, sekitar 400 juta kucing berada di Asia, sedangkan sisanya ada di Amerika Utara dan Benua Eropa. Sementara itu, di Indonesia dalam catatan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta menyatakan tahun 2021 populasi kucing di Indonesia mencapai sekitar 2,8 juta ekor. Ini menunjukkan antusias yang tinggi warga dalam memelihara kucing sebagai hewan peliharaan.


Nah, sebagai agama yang menanamkan cinta dan kasih pada binatang, termasuk dalam hal ini kucing Islam memberikan rambu-rambu dalam memelihara kucing. Hal ini dimaksudkan agar kucing tersebut tidak terawat, dan tidak menjadi kucing liar yang menyusahkan warga setempat.


Pertama, merawat dengan kasih-sayang. Langkah pertama dalam merawat kucing tidak menyakitinya. Pun, jangan membunuh kucing tanpa sebab. Imam Ibnu Hajar Haitami dalam kitab Al Fatawa al Fiqhiyyah al Kubra [Beirut, Dar Kutub al Ilmiyah, 1971], juz 4, halaman 240] mengatakan bahwa hukumnya sunnah memuliakan dan merawat kucing dengan cinta penuh kasih. Ia berkata;


 وَيُسْتَحَبُّ إكْرَامُهُ وَيَجِبُ عَلَى مَالِكِهِ إطْعَامُهُ إنْ لَمْ يَسْتَغْنِ بِخَشَاشِ الْأَرْضِ


Artinya: "Dianjurkan memuliakan kucing, dan wajib bagi pemiliknya memberikan makan kepadanya jikalau kucing itu tidak bisa mencari makan sendiri."


Kedua, memberi makan kucing. Dalam Islam, memberi makan hewan termasuk kucing dikatakan mendatangkan pahala yang besar. Dalam beberapa hadis Rasulullah dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW menjelaskan orang yang memberikan makan pada hewan, maka ia akan mendapatkan ganjaran dari Allah. Sedangkan orang yang membiarkan hewan tanpa diberikan makanan, maka kelak akan mendapatkan azab dan siksa dari Allah.


Bahkan, dalam sebuah hadis dikisahkan seorang perempuan disiksa dalam kubur dan divonis neraka, karena membiarkan kucing mati kelaparan. Hadits itu statusnya shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Rasulullah bersabda dari Abdullah bin Umar;


أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ، سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَسَقَتْهَا، إِذْ هِيَ حَبَسَتْهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ.  رواه مسلم.


Artinya; "Sungguh Rasulullah saw. telah bersabda, “Ada seorang wanita yang diazab karena seekor kucing. Ia mengurung kucingnya sampai mati, lalu ia masuk neraka karenanya. Ia tidak memberikan makan dan minum kucingnya. Bahkan ia mengurungnya. Ia tidak meninggalkan makanan untuknya, sehingga ia memakan apa yang keluar dari bumi.”​​​​​​​


Sejatinya, memberi makan kucing termasuk mencerminkan sifat belas kasihan dan empati terhadap makhluk lain. Dengan memberikan makanan dan perawatan yang diperlukan, menunjukkan rasa kepedulian terhadap kebutuhan dasar hewan peliharaan itu.​​​​​​​


Ketiga, mempersiapkan kandang yang aman dan nyaman. Hal ini mencakup  dengan ukuran kandang yang ideal, untuk kucing bergerak, bermain, dan beristirahat dengan nyaman. Ini bertujuan kucing tidak merasa terkekang dan memiliki cukup ruang untuk menjalani aktivitas fisik yang sehat.


Tidak hanya itu, penting juga dipastikan kandang memiliki ventilasi yang cukup agar udara dalam kandang tetap segar. Ventilasi yang baik akan membantu menghindari kondisi pengap dan memastikan kucing tetap sehat.  Tak kalah penting, rajin membersihkan kandang kucing sangat penting. Pastikan untuk membersihkan tempat tidur, alas kandang, serta bagian dalam kandang secara rutin. Kucing yang tinggal di lingkungan bersih akan lebih sehat dan bahagia. Dengan memberikan lingkungan yang sesuai, kita dapat membantu kucing tetap sehat, bahagia, dan memiliki kehidupan yang lebih baik.


Kemudian, dengan adanya kandang, termasuk pertanda pemiliknya bertanggungjawab. Pasalnya, tak sedikit orang yang mengeluhkan populasi kucing yang banyak, tetapi tidak ada yang bertanggungjawab. Kucing-kucing liar ini membuat warga resah, karena membuang kotoran di sembarang tempat. Ini jelas menimbulkan mudarat bagi orang lain.​​​​​​​


Penulis: Ustadz Zainuddin Lubis
​​​​​​​
Sumber: NU Online


Ubudiyah Terbaru