• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Taushiyah

RAMADHAN

Kultum Ramadhan: Hakikat Ibadah Tarawih

Kultum Ramadhan: Hakikat Ibadah Tarawih
Ilustrasi. (Foto: NU Online/freepik)
Ilustrasi. (Foto: NU Online/freepik)

Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” (HR Bukhari dan Muslim).


Para ulama telah sepakat dan tidak dapat dipungkiri bahwasanya pelaksanaan ibadah tarawih di bulan Ramadhan merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan. Para ulama juga telah sepakat bahwasanya lafadz “مَنْ قَامَ” redaksi hadits tersebut diarahkan kepada pelaksanaan shalat tarawih. 


Oleh karenanya salah satu keutamaan shalat tarawih adalah nanti akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Sebab itu pula, seyogyanya kita sebagai hamba-Nya melaksanakan shalat tarawih tersebut agar dosa-dosa kita diampuni oleh Allah Swt.


Tidak perlu diragukan lagi ketika dosa-dosa kita sudah diampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala, maka tentu rahmat Allah pun akan dapat kita raih. Allah akan berikan kepada kita (rahmat), kita bisa melaksanakan tarawih pun itu merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada kita.


Sebagaimana dalam redaksi hadits dikatakan imanan wahtisaban. Imanan yang artinya adalah meyakini keutamaan shalat tarawih tersebut wahtisaban akan tetapi juga keimanan tersebut harus disertai dengan keikhlasan agar amal kita benar-benar berbuah dan mendapatkan ridho Allah subhanahu wa ta'ala. 


Mudah-mudahan di bulan Ramadhan tahun ini kita tidak ada bolong-bolongnya untuk melaksanakan ibadah Tarawih, mudah-mudahan kita diberikan kekuatan keimanan keislaman dan ihsan kita untuk meningkatkan kualitas keimanan keislaman dan ke Esa-an kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala


Meskipun para ulama berbeda pendapat terkait dosa yang diampuninya, tapi yang terpenting adalah kita diampuni dosa oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena tidak ada dosa kecil apabila tidak pernah dihapus atau dihentikan.


Mudah-mudahan hikmah ilmiah yang disampaikan menjadi ilmu yang dapat diamalkan dengan ikhlas. Wallahu a’lam...


Taushiyah Terbaru