• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 18 Juni 2024

Sumedang

Munggahan Cara KBNU Jatinangor Sambut Bulan Suci Ramadhan

Munggahan Cara KBNU Jatinangor Sambut Bulan Suci Ramadhan
Munggahan bersama KBNU Jatinangor (Foto: Doc. Pribadi)
Munggahan bersama KBNU Jatinangor (Foto: Doc. Pribadi)

Sumedang, NU Online Jabar
Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Jatinangor merayakan acara Munggahan sebagai bentuk penyambutan bulan suci Ramadhan 1445 H. Acara berlangsung di RA Hilyatul Auliya, Desa Jatimukti, Kecamatan Jatinangor, pada Sabtu (9/3/24).


Tradisi Munggahan telah menjadi bagian dari perayaan umat Muslim Suku Sunda dalam menyambut bulan Ramadhan, terutama di kalangan umat Nahdliyyin. Ragam kegiatan munggahan termasuk ziarah kubur dan makan bersama.


Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jatinangor, Kiai Didik, menjelaskan bahwa munggahan bagi Nahdliyin tidak sekadar sekedar silaturahmi makan bersama. 


"Tradisi munggahan di Nahdlatul Ulama bukan hanya kumpul makan bersama namun banyak lagi yang lainnya, diantaranya nadran (ziarah kubur), ada juga yang menyelenggarakan perlombaan-perlombaan islami," ungkapnya.


Kiai Didik menjelaskan asal kata "Munggahan" berasal dari "Munggah" yang berarti naik, merujuk pada firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183. Menurutnya, Munggahan mengandung makna meningkatkan ketakwaan seorang hamba kepada Tuhannya.


"Dalam kegiatan munggahan ini berisi kegiatan-kegiatan yang baik, yang sudah saya sebutkan sebelumnya, ini juga sudah menjadi warisan budaya dari leluhur kami, baik secara agama ataupun tradisi di daerah," jelasnya.


Kiai Didik berharap agar umat Islam dapat memanfaatkan bulan suci Ramadhan dengan baik, mengingat pentingnya bulan yang penuh dengan ampunan dan pahala berlipat-lipat. 


"Mari kita sama-sama terus melakukan kebaikan, agar kelak kita mendapatkan syafa'atul Uzma, meninggalkan kehidupan yang fana ini dengan keadaan husnul khotimah," pungkas Kiai Didik.


Dengan semangat tradisi dan nilai-nilai agama yang dijunjung tinggi, KBNU Jatinangor memberikan contoh nyata dalam memaknai bulan suci Ramadhan dengan penuh keberkahan dan kedamaian.

Pewarta: Helmi Fauzi
 


Sumedang Terbaru