• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Subang

Pesantren Tahfidz Ibnu Hafidz Gelar Halaqah Fiqih Peradaban Bahas Dunia Islam dan Realitas Geo-Politik Global Kontemporer

Pesantren Tahfidz Ibnu Hafidz Gelar Halaqah Fiqih Peradaban Bahas Dunia Islam dan Realitas Geo-Politik Global Kontemporer
Halaqah Fiqih Peradaban di Pesantren Tahfidz Ibnu Hafidz (Foto: NU Online Jabar)
Halaqah Fiqih Peradaban di Pesantren Tahfidz Ibnu Hafidz (Foto: NU Online Jabar)

Subang, NU Online Jabar
Pondok Pesantren Tahfidz Ibnu Hafidz menggelar Halaqah Fiqih Peradaban dengan tema 'Dunia Islam dan Realitas Geo-Politik Global Kontemporer.' Acara tersebut digelar di Ponpes setempat, Kampung Sukamulya, Pusakanagara, Kabupaten Subang, dan disiarkan secara virtual pada Ahad (17/12/23).


Halaqah Fiqih Peradaban ini bertujuan untuk mendalami pemahaman mengenai peran Dunia Islam dalam menghadapi realitas geo-politik global pada era kontemporer. Para peserta diharapkan dapat memahami lebih baik tantangan dan peluang yang dihadapi umat Islam di berbagai belahan dunia.


Tema "Dunia Islam dan Realitas Geo-Politik Global Kontemporer" dipilih untuk mengaitkan aspek fiqih dengan situasi politik global saat ini. Melalui pembahasan ini, diharapkan muncul wawasan baru mengenai bagaimana ajaran Islam dapat memberikan panduan dalam menghadapi kompleksitas dinamika geopolitik yang terus berkembang.


Pengasuh Pesantren Tahfidz Ibnu Hafidz, KH Taslim Hafidz, dalam sambutannya, menyampaikan pemikiran tentang peran Dunia Islam di tengah kompleksitas geopolitik global. Ia menekankan pentingnya solidaritas dan persatuan umat Islam dalam menghadapi perubahan dinamika dunia.


"Ditengah realitas geo-politik yang terus berubah, pentingnya solidaritas dan persatuan umat Islam menjadi kunci menghadapi tantangan-tantangan global yang berkembang. Dalam hal ini, Islam bukan hanya agama, tetapi juga sistem panduan lengkap untuk kehidupan, termasuk dalam ranah politik dan sosial," terang KH Taslim Hafidz.


Beliau menambahkan bahwa prinsip-prinsip Islam memiliki potensi untuk memberikan kontribusi positif dalam membentuk dunia yang lebih adil dan berkelanjutan. Pemahaman yang mendalam tentang budaya dan nilai-nilai luhur umat menjadi landasan untuk dialog antarbangsa yang lebih baik.


"Perlunya pendidikan dan pemahaman yang lebih baik tentang Islam di kalangan umat Muslim dan non-Muslim. Dalam realitas geo-politik kontemporer, pemahaman yang mendalam tentang budaya dan nilai-nilai umat dapat menjadi landasan untuk dialog yang lebih baik antarbangsa," jelas KH Taslim Hafidz.


Ia juga menekankan bahwa solidaritas umat Islam adalah kunci untuk menghadapi perubahan dunia yang cepat. 


"Mari bersatu dalam keberagaman dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam untuk membawa kedamaian dan keadilan kepada dunia," pungkasnya.
 


Subang Terbaru