• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Purwakarta

Lesbumi PWNU Jabar Kembali Gelar Ngabuburit di Desa, Bahas Pesantren dan Penguatan Spiritual Masyarakat Desa 

Lesbumi PWNU Jabar Kembali Gelar Ngabuburit di Desa, Bahas Pesantren dan Penguatan Spiritual Masyarakat Desa 
Ngabuburit di Desa 2 di Pondok Pesantren Raudlatut Tarbiyah Liunggunung Purwakarta, Senin (25/3/24). foto (Doc.Pribadi)
Ngabuburit di Desa 2 di Pondok Pesantren Raudlatut Tarbiyah Liunggunung Purwakarta, Senin (25/3/24). foto (Doc.Pribadi)

Purwakarta, NU Online Jabar
Lembaga Seni Budaya Muslimini Indonesia (Lesbumi) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menggelar acara 'Ngabuburit di Desa' untuk kedua kalinya dengan mengangkat tema "Pesantren Sebagai Penyangga Peradaban Menuju Pembangunan Karakter Manusia yang berlandaskan Kepada Agama dan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat."


Acara tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Raudlatut Tarbiyah Liunggunung, Plered Kabupaten Purwakarta pada Senin (25/3/24) sore. Diskusi pada acara tersebut membahas tentang peran pesantren dan penguatan spiritual masyarakat desa dengan melibatkan Komunitas Iket Sunda Area Purwakarta (Kis-Arta) serta diikuti oleh santri dari Ponpes setempat.


Komunitas Kis-Arta turut memperkenalkan budaya dan edukasi terkait iket sunda dan Divisi Musik Lesbumi Jabar memberikan edukasi terkait workshop musik kepada para santri. 


Agus, salah satu pegiat Komunitas Kis-Arta, menyatakan, "Acara ini sangat positif, mengenalkan ciri khas dan tradisi budaya sendiri kepada santri, yaitu iket sunda sebagai simbol dari adat kita di tatar pasundan," tuturnya


Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tarbiyah, KH Asep Muhammad Murtadlo, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Lesbumi PWNU Jabar atas partisipasinya dalam kegiatan positif di pesantren tersebut. 


"Terima kasih kepada rombongan Lesbumi Jabar yang telah menyelenggarakan kegiatan di tempat kami pesantren Raudlatut Tholibin, mudah-mudahan semuanya kita dapat bersilaturahmi, bertemu satu sama lainnya dalam kebaikan," ujarnya.


Ketua Lesbumi Jabar, Dadan Madani, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kehadiran Lesbumi di pesantren tersebut tidak hanya untuk ngabuburit dan silaturahmi, tetapi juga untuk menggalang berkah sebagaimana tradisi NU. 


"Ngabuburit ini merupakan kegiatan sarana silaturahmi saja. Terlebih pesantren ini merupakan pesantren terdahulu didirikannya di Kabupaten Purwakarta. Mudah-mudahan seni yang dilakukan Lesbumi menjadi ajakan orang-orang untuk berbuat kebaikan," ungkapnya.


Pimpinan Ponpes Raudlatut Tarbiyah sekaligus Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta, KH Ahmad Anwar Nasihin, dengan tegas menyatakan bahwa pesantren adalah bagian integral dari budaya Indonesia. Dalam pernyataannya, beliau menekankan pentingnya nilai-nilai budaya dan tradisi yang melekat kuat dalam pesantren.


"Pesantren itu kental dengan budaya dan tradisinya. Jika di tempat kami, itu ada tradisi terdahulu para santri yakni baik secara pendidikan dan kesehariannya yang unik. Bahwasanya pesantren adalah budaya Indonesia, seperti halnya kebiasaan kita santri ngeliwet makan di atas daun, bekerjasama sesama santri dalam beraktivitas keseharian misal bertani dan beternak perikanan sebagai pembelajaran di Ponpes," jelasnya


Beliau juga mengingatkan para hadirin untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut. "Sebagaimana kaidah ushul fiqh di NU menjaga tradisi lama yang baik dan tradisi baru yang baik kita jungjun tinggi," ujarnya.


Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Purwakarta, KH Deni Daud Rifa'I, turut menyampaikan pandangannya mengenai pesantren sebagai bagian dari tradisi Nusantara yang telah ada secara turun temurun. Ia menegaskan bahwa kesederhanaan dan kebersamaan merupakan ciri khas yang tak terpisahkan dari pesantren.


"Pesantren merupakan tradisi kebudayaan Indonesia yang lahir turun temurun seperti halnya kebiasaan santri dalam kesehariannya, bukan saja mengaji, namun nilai hidup sederhana dan kebersamaan yang bisa dirasakan antar santri dalam kebaikan di lingkungan pesantren," tambahnya.


Purwakarta Terbaru