Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Kusoy Fadiliyah: Ulama Inspirasi Umat, Umara Pelayan Rakyat

KH Kusoy Fadiliyah: Ulama Inspirasi Umat, Umara Pelayan Rakyat
Pimpinan Ponpes Daarul Maarif Kabupaten Ciamis, KH Kusoy Fadiliyah. (Foto: website daarulmaarifciamis.sch.id).
Pimpinan Ponpes Daarul Maarif Kabupaten Ciamis, KH Kusoy Fadiliyah. (Foto: website daarulmaarifciamis.sch.id).

Bernama lengkap Kusoy Fadiliyah, beliau lahir pada tanggal  31 Oktober 1963 di Kabupaten Ciamis, tepatnya di kecamatan Cijeungjing Jawa Barat. Di Kalangan masyarakat kabupaten Ciamis, nama Kusoy sudah tak asing lagi, beliau merupakan seorang ulama yang memimpin salah satu pesantren besar di Ciamis, yaitu Pondok Pesantren Daarul Ma’arif yang terletak di dusun Ciwahangan Desa Imbanagara Kecamatan Ciamis.

 

Kiprahnya dalam membangun pondok pesantren tidaklah mudah, dipukul ombak dihempas gelombang, pasang surut perjalanan sudah dilalui Kiai Kusoy dalam memperjuangkan pesantren yang saat ini sudah berusia 11 tahun tersebut.

 

Ia dikenal dengan khas gaya bicaranya yang menggugah jiwa dan penuh inspiratif. Ketika beliau bicara seringkali menjadi bahan bakar kobaran para santri untuk senantiasa semangat dalam belajar dan mengaji serta meraih cita-cita. Ia kerap kali mengundang tokoh-tokoh inspiratif ke pesantren-nya agar bisa membagikan ilmu dan semangat kepada para santrinya.

 

Pendidikan

 

Dibalik kesuksesanya saat ini, tentunya tak lepas dari kiprah pendidikanya yang Panjang. Memulai Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah tsanawiyah (MTs) di Cijeungjing, beliau  lalu melanjutkan pendidikanya Madrasah Aliyah di Ciamis dan lulus pada tahun 1984. Setelah lulus, beliau melanjutkan ke Institut Agama Islam Darussalam (IAID) mengambil program sarjana muda fakultas syari’ah dan lulus pada tahun 1998. Kemudian juga pernah berkuliah di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung (Sekarang UIN Sunan Gunung Djati Bandung) dan IAIN Syarif Hidayatullah (Sekarang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

 

Selain itu, ia melanjutkan program pasca sarjana di UMJ mengambil jurusan Administrasi pada 2001. Terakhir mengambil program Doktor di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan lulus pada 2016.

 

Karir sebagai Wartawan dan Kiprah di Nahdlatul Ulama

 

Sebelum berkpirah di dunia Pendidikan islam, beliau memiliki karir sebagai wartawan di berbagai Media. Media – media ternama pernah ia kirimi tulisan-tulisan sehingga tak asing Namanya tercantum di media cetak. Beliau sempat menjabat sebagai Bendahara di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang saat itu dipimpin oleh Pak Tosim Permana. Selain itu, semasa muda beliau aktif di organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Berikut kiprah pengalamannya :

 
  1. Wartawan dan dewan redaksi pada majalah mingguan kujang Bandung tahun 1987 s.d 1992
  2. Dewan penyunting majalah fokus pengawasan inspektorat jenderal departemen agama 2003 s.d sekarang
  3. Pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor 2005-2010 
  4. Dewan Pembina PP IPNU 2015-2019
  5. Sekretaris Umum Forum Pesantren Bahari Nasional 2011-2016
  6. Narasumber berbagai materi dalam perspektif pengawasan
  7. Dewan pengasuh pondok pesantren Ummul Qura Pondok Cabe Ilir Pamulang (sejak 2008 sd 2015)
  8. Narasumber pada Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Malaysia di Kuala Lumpur 2014 dan 2015
 

Karya dan Penghargaan

 

Selama kiprahnya, beliau telah menorehkan berbagai prestasi dan mendapat penghargaan khusus serta telah menulis berbagai buku, diantaranya:

 
  • Penghargaan

 

  1. Satya lencana karya satya 10 tahun dari presiden
  2. Satya lencana karya satya 20 tahun dari presiden

 

  • Buku yang pernah ditulis

 

  1. Membangun madrasah unggul perspektif pengawasan 2011
  2. Kinerja guru dalam perspektif pengawasan 2011
  3. Kinerja kepala madrasah dalam perspektif pengawasan
  4. Fiqih perjalanan (proses tertbit)
 

Saat ini beliau masih menjabat sebagai Inpektorat Jendral (IRJEN) Wilayah 2 di kementrian Agama Republik Indonesia, serta menjadi pengasuh di ponpes Daarul Ma’arif. Pesantren yang kini memilik sekitar 500 santri telah mencetak alumni yang sekarang tersebar di berabagai perguruan tinggi di Indonesia mauapun luar negeri, yakni China dan Al-Azhar Mesir. Beliau terus melakukan pengembangan baik dari segi insfratuktur ataupun SDM supaya menjadikan pesantren yang lebih baik di masa yang akan datang. 

 

Sosok Kiai Kusoy patut menjadi contoh penting baik bagi para masyarakat ataupun santrinya. Kiprah perjalanannya tak hanya sebatas nasional saja, tapi sudah mengepakan sayap hingga ke mancanegara. Dedikasi serta kontribusinya terhadap pendidikan islam begitu nyata, tidak berlebihan jika beliau dijuluki Ulama Inspirasi Umat , Umara Pelayan Rakyat.

 

Pewarta: Chandra Nurpadillah
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Profil Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×