Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Arief Ismail Chowas Ungkap Pentingnya Kemandirian Ekonomi Umat

KH Arief Ismail Chowas Ungkap Pentingnya Kemandirian Ekonomi Umat
Pembukaan Muskercab PCNU Ciamis (Foto: PCNU Ciamis)
Pembukaan Muskercab PCNU Ciamis (Foto: PCNU Ciamis)

Ciamis, NU Online Jabar
Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ciamis resmi dibuka oleh Bupati KH Herdiat Sunarya di Pondok Pesantren Daarul Maarif, Sabtu (29/1). Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari para ulama dilingkungan Nahdlatul Ulama kabupaten Ciamis.

 

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ciamis KH Arief Ismail Chowas memenekankan pentingnya kemandirian ekonomi umat. Menurutnya, bagaimanapun umat islam khususnya warga nahdiyin harus punya kemandirian ekonomi yang kuat.

 

“Kekuatan ekonomi kita harus ditopang, ‘Walaa tansa nashiibaka minad dunya’, kita semua para kiai setiap hari selalu menyiarkan untuk infak, zakat dan shodaqoh tapi bagaimana kita mengupayakan agar ekonomi umat bisa kuat. Kita bisa lihat sekarang ini, pesantren Daarul Ma’arif mempunyai unit usaha bioplok pengembangan budidaya ikan, ini merupakan contoh implementasi dari pada kemandirian ekonomi umat yang kuat," tuturnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Rais Syuriah PCNU Ciamis KH Amir Hamzah menjelaskan, saat ini masyarakat sedang menghadapi berbagai masalah, diantaranya radikalisme dan intoleran. Kiai Amir menuturkan pentingnya pembahasan mengenai upaya sistematis dalam menanggulangi hal tersebut agar bisa segera diatasi.

 

“Nahdlatul Ulama akan istiqomah dalam menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia dari ancaman-ancaman sekuler, ekstrimis kanan ataupun kiri, dan ancaman lainya berdasarkan nilai-nilai Pancasila,” tegasnya. 

 

Selain itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Maarif KH Kusoy Fadiliyah menceritakan keteladanan Soekarno sang proklamator yang sangat mencintai NU.

 

Ia mengungkapkan, dalam muktamar NU di Surakarta, Soekarno menegaskan bahwa ia harus hadir dalam acara tersebut agar masyarakat tahu dan percaya begitu besar kecintaanya pada NU. 

 

“Kami adalah santri abadi, siap manut ulama dan kyai. Kata ibnu athailah, jangan kau temani atau jadikan guru orang yang perilakunya tidak membangkitkan kamu kepada tuhan. Kata guru bangsa kita, yakni Gus Dur, contoh orang yang dimaksud orang yang perilakunya membangkitkan kita kepada tuhan adalah para ulama dan kyai. Walaupun hari ini ada berbagai macam ulama, ada ulama politik dan lain-lain, tapi kita tetap harus menghormati ulama-ulama yang langsung mengajar di pesantren-pesantren atau masyarakat, yang kata Gus Dur disebut Kiai kampung,” papar KH Kusoy.

 

Perlu diketahui, pasca acara pembukaan, acara dilanjutkan dengan kegiatan workhshop, kemudian Sidang komisi dan ditutup dengan tabligh akbar di malam harinya. Selain itu, Muskercab kali ini PCNU Ciamis membahas beberapa permasalahan yang muncul di masyarakat, salah satunya yakni ancaman radikalisme dan intoleran.

 

Pewarta: Chandra Nurpadillah
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×