Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Umrah Saat Ramadhan, Rais Syuriah PWNU Jabar Ceritakan Suasana Terkini di Tanah Suci

Umrah Saat Ramadhan, Rais Syuriah PWNU Jabar Ceritakan Suasana Terkini di Tanah Suci
Rais Syuriah PWNU Jawa Barat saat Melaksnakan Ibadah Umrah di Bulan Ramadhan. (Foto: Hj Ifa Faizah Rohmah).
Rais Syuriah PWNU Jawa Barat saat Melaksnakan Ibadah Umrah di Bulan Ramadhan. (Foto: Hj Ifa Faizah Rohmah).

Arab Saudi, NU Online Jabar
Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat sekaligus Pemilik Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Muhajirin Purwakarta KH Abun Bunyamin bimbing 48 jamaah umrah saat Ramadhan selama 9 hari. 


"Melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadhan terasa sangat nikmat karena suasana Ramadhan jauh berbeda dengan suasana di bulan lain. Banyak orang mengira bahwa puasa bulan Ramadhan di Mekkah atau Madinah terasa berat tapi dalam kenyataannya puasa di Mekkah dan Madinah dengan di Indonesia sama saja, tergantung kebiasaan masing-masing," jelas kiai Abun dari Tanah Suci kepada NU Online Jabar via Telepon, Selasa (12/4). 


Nikmatnya, sambung kiai Abun, puasa di bulan Ramadhan ketika berada di Mekkah dan Madinah, dikarenakan adanya haibah Rasulullah dan haibah Ka'bah Baitullah, jamaahnya pun terasa simpatik, wajahnya berseri-seri ketika melihat sesama muslim yang berpuasa. 


"Saya pribadi khususnya, umroh sekarang ini adalah sedang membedah kerinduan, pergi ke Mekkah dan Madinah yang selama 2 tahun ini tidak bisa terlaksana, padahal biasanya 2 bulan sekali kami melaksanakan umrah ke tanah suci," ungkap kiai Abun. 


Menurutnya, suasana di Mekkah terasa lebih ramai  karena jamaahnya lebih banyak. Hiruk pikuk jamaah siang malam tidak pernah berhenti, ada yang masuk dan ada yang keluar, ada yang wara wiri. Lebih semaraknya lagi dengan suasana talbiyah, zikir dan doa jamaah yang sedang umroh atau yang sedang thawaf dan sa'i. 


Kiai Abun menurutkan, hari ini cuaca di Mekkah memang sedang panas, tapi tidak ada satupun jamaah umrah Al Muhajirin yang batal puasanya. Terutama pelaksanaan umroh tidak dilaksanakan di waktu siang tapi lebih banyak dilaksanakan di waktu malam. 


"Kondisi Covid-19 di Mekkah sudah mereda, jaga jarak sudah tidak berlaku dan menggunakan masker tidak begitu ketat. Hanya saja kalau dilihat secara umum, toko dan hotel masih banyak yang belum buka. Mungkin semakin hari, toko dan hotel mulai bertambah ramai lagi. Terlebih lagi setelah ibadah haji dibuka kembali, walaupun hanya 1 juta saja (kuota Indonesia)," ungkap kiai Abun. 


Semoga, tambahnya, ibadah haji tahun ini, kuota Indonesia mendapatkan lebih banyak kuota daripada kuota negara lain, berkat pendekatan Menteri Agama. 


Selain itu, kiai Abun mengajak kepada sesama umat Islam dan warga Nahdliyin khususnya, marilah berbondong-bondong melaksanakan umroh di bulan Ramadhan karena umroh di bulan Ramadhan pahalanya sama dengan berhaji bersama dengan kanjeng nabi Muhammad SAW. 


"Kami berharap dan berdoa semoga pengurus dan warga Nahdliyin se-Jawa Barat dimudahkan rejekinya, disehatkan badannya dan diluangkan waktunya. Umroh di bulan Ramadhan itu tujuannya adalah untuk men-charger kembali iman kita, biar setrumnya menyala kembali," pungkas kiai Abun. 


Pewarta: Riki Baehaki
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×