• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Nasional

Timur Tengah Kian Memanas, Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Masih Tunjukkan Pertumbuhan Solid

Timur Tengah Kian Memanas, Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Masih Tunjukkan Pertumbuhan Solid
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Instagram/airlanggahartarto_official)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Instagram/airlanggahartarto_official)

Bandung, NU Online Jabar
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa perekonomian Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang solid meski menghadapi tantangan geopolitik yang kian sedang memanas di Timur Tengah.


Airlangga mengungkapkan saat ini perekonomian Indonesia berada pada jalur pertumbuhan yang cukup solid sebesar 5 persen dengan inflasi yang masih terkontrol di rentang 2,5 persen dan plus minus 1 persen.


“Neraca perdagangan kita masih surplus dan cadangan devisa kita masih kuat di angka 136 miliar dolar AS,” ungkapnya usai mengikuti rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (16/4/2024) dikutip dari laman resmi presiden.


Lebih lanjut, Menko menjelaskan bahwa pasar keuangan global mengalami ketidakpastian dengan indeks dolar mengalami penguatan, sementara nilai tukar dan indeks harga saham global menunjukkan pelemahan. Namun, Indonesia, dibandingkan dengan negara-negara lain, masih dalam kondisi yang relatif aman.


“Tentu kita perlu melakukan berbagai kebijakan, antara lain bauran fiskal dan moneter, menjaga stabilitas nilai tukar, menjaga APBN, dan memonitor kenaikan logistik dan kenaikan harga minyak,” ucap Menko Airlangga.


Dalam menghadapi gejolak ekonomi global, pemerintah Indonesia tetap fokus pada kebijakan yang mendukung sektor riil dan menstabilkan nilai tukar untuk mengurangi dampak terhadap impor, sambil juga mencatat manfaat bagi eksportir yang menerima lebih banyak devisa.


“Pemerintah terus melihat reform struktural dan menjaga ekspektasi dari investor dan juga memperkuat daya saing dan juga untuk menarik investasi jangka panjang ke Indonesia. Jadi kepastian-kepastian itu yang harus dijaga,” ujarnya.


Ia juga menggarisbawahi pentingnya deeskalasi dan menjaga kestabilan regional untuk mengurangi dampak ekonomi global.


“Dari sisi perekonomian, tentu kita melihat terjadi lonjakan harga minyak akibat serangan Israel ke Kedutaan Iran di Damaskus dan juga terhadap retaliasi yang dilakukan oleh Iran,” ujar Menko. 


“Dari segi ekonomi, Laut Merah dan Selat Hormuz itu menjadi penting, terutama karena Selat Hormuz itu 33 ribu kapal minyak dan Laut Merah itu sekitar 27 ribu dan peningkatan freight cost itu menjadi salah satu hal yang harus dimitigasi,” tutupnya.


Nasional Terbaru