Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

PWNU Jabar Turut Berbelasungkawa Atas Bencana Alam di Garut dan Lumajang

PWNU Jabar Turut Berbelasungkawa Atas Bencana Alam di Garut dan Lumajang
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhamad. (Foto: M Fahmi).
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhamad. (Foto: M Fahmi).

Bandung, NU Online Jabar 
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat turut mengucapkan belasungkawa atas terjadinya bencana alam banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat dan meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

 

Ketua PWNU Jabar KH Juhadi Muhammad menyebut musibah yang terjadi ini merupakan bukti bahwa ada kehendak Allah yang tidak dapat dicegah oleh hamba-Nya. Ia pun mendoakan agar para korban yang tertimpa bencana ini diberikan kekuatan, kesabaran, dan keselamatan dari Allah SWT.

 

"Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, Semoga Allah SWT memberi tempat yang terbaik di sisi-Nya untuk para korban yang wafat dan memberikan kesembuhan pada para korban yang cedera dan luka, juga agar para keluarga korban. Serta semoga kehidupan masyarakat bisa pulih kembali," ujarnya.

 

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang menerpa Kabupaten Garut pada Sabtu (27/11) yang menerjang sembilan desa di Kecamatan Sukawening dan Kecamatan Karang Tengah. Di Kecamatan Sukawening tercatat ada sekitar enam desa yang terdampak banjir bandang, diantaranya Desa Mekarwangi, Sukawening, Sukahurip, Sukamukti, Suka Luyu, dan Desa Depok.

 

Sementara itu, di Kecamatan Karang Tengah tercatat ada sekitar tiga desa yang terkena dampak banjir bandang diantaranya Desa Cinta, Cintamanik, dan Desa Caringin.

 

Selanjutnya, peristiwa bencana alam meletusnya Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terjadi pada Sabtu, (4/12) kemarin. Kabar mengejutkan ini kemudian menjadi viral di media sosial dengan sejumlah video amatir yang menggambarkan suasana masyarakat di sekitar kaki Gunung Semeru.

 

Untuk diketahui, jika dilihat dari sejarahnya Gunung Semeru pernah meletus dengan letusan yang sangat besar pada 200 tahun yang lalu, tepatnya pada 8 November tahun 1818.

 

Pewarta: Agung Gumelar
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×