• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Minggu, 23 Juni 2024

Nasional

Konsep Perayaan Tahun Baru Berubah Saat Gus Dur Wafat

Konsep Perayaan Tahun Baru Berubah Saat Gus Dur Wafat
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: NU Online)
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: NU Online)

Bandung, NU Online Jabar 
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur wafat sehari sebelum pergantian tahun, yaitu dari 2009-2010. Tepatnya dia wafat di RSCM, Jakarta, 30 Desember 2009 pukul 18.45. Tak hanya warga NU yang merasakan kehilangannya, termasuk banyak kalangan. Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan berkabung selama 7 hari. 

Gus Dur wafat di akhir tahun menyebabkan para panitia perayaan tahun baru waktu itu mengubah konsepnya. Waktu itu, Kompas.com menurunkan berita dengan judul Hormati Gus Dur, Konsep Perayaan Tahun Baru Diubah. 

Pada berita itu disebutkan, sejumlah tempat hiburan mengubah konsep acara perayaan pergantian tahun 2009 ke tahun 2010, antara lain dilakukan Ancol Taman Impian Jakarta. 

Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol, pengelola Ancol Taman Impian, Budi Karya, Rabu (30/12/2009) malam, menyatakan konsep acara Ancol yang semula Explore Your Imagination diganti dengan Damai Indonesia. 

"Semua pengisi acara yang tampil akan memakai pakaian berkabung. Seluruh panitia juga akan memakai pita hitam di lengan kanan sebagai tanda berkabung," ujar Budi Karya.

Berita sama disampaikan Viva.co.id dengan judul Gus Dur Wafat, Ancol Ubah Tema Tahun Baru. Pada berita tersebut dikatakan saat dimulai acara akan dilakukan mengheningkan cipta. Pada pukul 00.00 WIB sebagai puncak malam pergantian tahun akan dilakukan doa berkabung untuk Gus Dur yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, setelah itu dilanjutkan dengan nyanyian lagu Saat Terakhir yang dibawakan Group Band ST 12.

Detik.com menurunkan berita terkait Wakadivhumas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak yang mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan malam tahun baru 2009 dengan cara berlebihan. Hal ini dilakukan untuk menghormati wafatnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

"Imbauan terkait wafatnya Gus Dur dengan merayakan tahun baru dengan suasana yang lebih santun," katanya, Kamis (31/12/2009) sebagaimana diberitakan dengan judul Gus Dur Wafat, Polri Imbau Perayaan Tahun Baru Lebih Santun.

Sulistyo menjelaskan, Polri telah memasang bendera setengah tiang dalam rangka menghormati Gus Dur. Hal tersebut juga dilakukan sebagai tanda berkabung bersama.

"Selama tujuh hari lamanya," jelasnya.

Sementara salah seorang pengurus MUI saat itu, Asrorun Ni'am Soleh mengatakan, pemerintah Indonesia berkabung selama 7 hari atas meninggalnya Gus Dur. Bendera setengah tiang pun diimbau dipasang. Namun muncul pula desakan agar pesta tahun baru dibatalkan.

"Batalkan perayaan pesta tahun baru, wafatnya Gus Dur telah menyebabkan duka bangsa Indonesia," katanya, Rabu (30/12/2009) sebagaimana diungkapkan Detik.com dengan judul Berkabung Atas Gus Dur, Pesta Tahun Baru Diimbau Dibatalkan.

Editor: Abdullah Alawi 
 


Nasional Terbaru