• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 19 April 2024

Nasional

KMB AAA: Gus Yahya Ingatkan Tanggung Jawab PBB pada Negara Superpower untuk Menjaga Kedamaian Internasional 

KMB AAA: Gus Yahya Ingatkan Tanggung Jawab PBB pada Negara Superpower untuk Menjaga Kedamaian Internasional 
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Foto: Kemenag.go.id)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Foto: Kemenag.go.id)

Bandung, NU Online Jabar
Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika dan Amerika Latin (KMB AAA) atau The Asia-Africa and Latin America Conference on Religious Moderation: "Religion and Humanity" secara resmi dibuka di Gedung Merdeka Bandung, pada Rabu (20/12/2023). 


Acara ini digelar atas kerjasama Kementerian Agama (Kemenag) bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai upaya memperkuat moderasi beragama secara global dan mengatasi konflik yang melanda beberapa negara.


Acara ini juga mempunyai tujuan untuk menghidupkan kembali semangat perdamaian dan persatuan sejak Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 di Bandung serta mempromosikan diplomasi Indonesia di Amerika Latin.


Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menilai, dinamika global saat ini terus bergulir menuju pertarungan dominasi antara kekuatan global. Hal ini, memunculkan tragedi kemanusiaan hanya demi memenuhi kepentingan aktor global  


"Tragedi kemanusiaan masih terus terjadi semakin parah hanya untuk menuruti kepentingan pemain global untuk merebut dominasi itu," kata Gus Yahya di Gedung Merdeka, Bandung, Rabu (20/12/2023).


Dia menekankan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai diskusi menuju Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika dan Amerika Latin (KTT AAA). 


Meskipun masih dalam tahap persiapan, Gus Yahya yakin Konferensi KMB AAA bisa menjadi pemantik agar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika dan Amerika Latin segera terlaksana.  


"Yang hari ini kita lakukan adalah kita mau memulai diskusi untuk menuju Konferensi Asia-Afrika dan Amerika latin sesungguhnya. Ini (KMB AAA) belum, ini baru persiapan. Karena KTT-nya harus pemimpin negara yang dihadirkan," ucapnya. 


Ia juga merujuk pada gagasan Presiden Soekarno atau Bung Karno yang ingin menguatkan konsolidasi tidak hanya di Asia dan Afrika, tetapi juga Amerika Latin melalui konferensi yang lebih besar.


"Beliau (Bung Karno) bilang, setelah AA (Asia-Afrika) saya mau AAA (Asia-Afrika dan Amerika Latin)," ungka Gus Yahya. 


Gus Yahya menyoroti sejarah luar biasa Indonesia sebagai penggagas Konferensi Asia Afrika (KAA) yang dihelat lebih dari 60 tahun lalu. Pada tahun 1955, kata dia, Indonesia menginisiasi konferensi tersebut bersama Mesir dan India, serta mengajak seluruh negara di Asia dan Afrika.  


Forum ini, lanjut dia, menjadi konsolidasi negara-negara baru di Asia-Afrika untuk mengingatkan Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang tanggung jawabnya, terutama kepada negara-negara superpower yang menjadi anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB.  


Pesan utamanya, sambung dia, adalah agar kekuatan tersebut tidak disalahgunakan untuk kepentingan eksklusif, melainkan untuk menjaga kedamaian internasional yang menjadi prinsip PBB. 


Maka itu, Gus Yahya menilai penting untuk membangun gerakan global bersama. Piagam PBB, sebagai konsensus tatanan damai global, menjadi landasan yang perlu dipegang teguh. Sementara ketidakkonsistenan aktor global dalam memegang prinsip piagam PBB hari ini, Gus Yahya melihat KTT AAA sebagai solusi yang sangat dibutuhkan. 


Gus Yahya juga mendorong partisipasi Duta Besar (Dubes) yang hadir dalam KMB AAA untuk membicarakan inisiatif ini kepada pemerintah masing-masing, sambil menegaskan bahwa KMB AAA merupakan dorongan untuk mengatasi masalah global saat ini.  


"Konferensi ini kita minta untuk membuat dorongan, makanya kita undang Dubes-dubes ini untuk bicara ke pemerintah masing-masing. Juga mari kita selenggarakan ini, konferensi AAA, karena dunia sedang butuh ini," pungkasnya. 


Sebagai informasi, konferensi ini dihadiri oleh delegasi Kenya, Srilanka, India, Yaman, Sudan, Pakistan, Iran Meksiko, Mesir Libya, Kamboja, Mozambik, Irak, China, Uni Emirat Arab, Malaysia, Arab Saudi, dan Yordania.  


Konferensi berlangsung pada 20-22 Desember 2023 di 2 tempat bersejarah, yakni Gedung Merdeka dan Hotel Savoy Homann Bandung, Jawa Barat.
 


Nasional Terbaru