• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Nasional

Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika dan Amerika Latin: Bangun Kerukunan Global Melalui Dialog Antar Bangsa

Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika dan Amerika Latin: Bangun Kerukunan Global Melalui Dialog Antar Bangsa
Pembukaan Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika dan Amerika Latin (Foto: Kemenag.go.id)
Pembukaan Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika dan Amerika Latin (Foto: Kemenag.go.id)

Bandung, NU Online Jabar
Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika dan Amerika Latin, bertajuk "Religion and Humanity," secara resmi dibuka di Gedung Merdeka, Bandung pada Rabu (20/12/2023). 


Acara ini diawali dengan persembahan alunan angklung yang dimainkan oleh Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, yang didampingi oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Suyitno, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan 18 duta besar dari negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin.


Dalam sambutannya, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Suyitno menjelaskan bahwa tujuan dari Konferensi Moderasi Beragama di Asia-Afrika dan Amerika Latin ini adalah untuk membangkitkan semangat perdamaian dan persatuan, sebagaimana yang terjadi dalam Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung dan diplomasi Indonesia di Amerika Latin.


Suyitno juga menekankan bahwa konferensi ini, hasil inisiasi Kemenag bekerja sama dengan PBNU, diharapkan dapat memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi publik internasional melalui penguatan moderasi beragama. 


"Misi kami adalah mendorong suasana global yang damai dan kerukunan umat beragama, serta melawan meningkatnya kekerasan dan kelompok agama ekstrem," ujarnya.


Forum ini mengundang pemimpin, cendekiawan, dan praktisi dari berbagai latar belakang untuk membangun dialog yang mendorong moderasi, toleransi, kesetaraan, dan keamanan dunia. Suyitno menekankan bahwa kontribusi Konferensi Moderasi Beragama ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam perspektif agama.


Menurut Suyitno, para peserta konferensi akan mempresentasikan kajian, berbagi gagasan praktik terbaik toleransi beragama, dan memberikan pembelajaran tentang pengembangan kerukunan umat beragama. 


"Lebih penting lagi, mereka akan menawarkan rekomendasi kebijakan untuk memitigasi dan menyelesaikan isu-isu terkait intoleransi, kekerasan, dan ekstremisme agama, serta strategi untuk memperkuat moderasi beragama," tambahnya.


Konferensi ini berlangsung hingga 22 Desember 2023 di dua tempat bersejarah di Bandung, yaitu Gedung Merdeka dan Hotel Savoy Homann Bandung.


Dengan fokus pada dialog antarbangsa, acara ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam membangun kerukunan global melalui pemahaman dan toleransi antaragama.
 


Nasional Terbaru