• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Kamis, 30 Mei 2024

Nasional

Kiai Miftachul Akhyar Ajak Nahdliyin Tata Mental Masuki Abad Kedua NU

Kiai Miftachul Akhyar Ajak Nahdliyin Tata Mental Masuki Abad Kedua NU
Di depan lebih dari satu juta warga NU yang berkumpul di Sidoarjo, Jawa Timur, Rais ‘Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar mengajak semua Nahdliyin memperkuat mental untuk memasuki abad kedua NU. Ajakan ini ia sampaikan dalam pidato sambutan acara Puncak Resepsi 1 Abad NU di Stadion Gelora Delta, Selasa (7/2/2023). (LTN PBNU/Suwitno)
Di depan lebih dari satu juta warga NU yang berkumpul di Sidoarjo, Jawa Timur, Rais ‘Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar mengajak semua Nahdliyin memperkuat mental untuk memasuki abad kedua NU. Ajakan ini ia sampaikan dalam pidato sambutan acara Puncak Resepsi 1 Abad NU di Stadion Gelora Delta, Selasa (7/2/2023). (LTN PBNU/Suwitno)

Bandung, NU Online Jabar

Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Miftachul Akhyar mengajak warga Nahdliyin untuk menata mental yang lebih kuat lagi dan tidak mudah terbawa arus pihak luar—prinsip yang harus ditanamkan kuat di dalam diri Nahdliyin. Menurutnya, ini adalah bekal yang harus dimiliki warga NU untuk mengarungi abad kedua NU.


Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya ini menegaskan bahwa hal itu adalah cita-cita para ulama NU dan pendiri atau muassis NU didasarkan pada Hadis Nabi Muhammad saw.


"Kita harus punya hati dan otak dobel ibarat mobil punya dua gardan yang siap menggerakkan seluruh anggotanya, elemen-elemennya, dan untuk mendapatkan energi kekuatan di dalam memasuki abad kedua ini," jelasnya saat menyampaikan sambutan pada Puncak Resepsi 1 Abad NU di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/2/2023).


“Janganlah kalian menjadi Imma’ah; kalian berkata: jika orang-orang baik, kami pun ikut baik. Dan jika mereka zalim kami pun ikut zalim. Tetapi siapkan diri kalian (untuk menerima kebenaran dan kebaikan). Jika orang-orang baik, kalian harus baik; dan jika mereka rusak, kalian jangan menjadi orang zalim.” (HR. Tirmidzi). 


Hadis itu, menurut Kiai Miftah, sapaan akrabnya, harus diperhatikan warga NU saat ini agar NU di abad kedua makin maju dan menjadi organisasi yang lebih solid.


"Saudaraku, tentu saya yakin para muassis NU hadir di tengah kita, menyaksikan kesanggupan kita untuk menyongsong abad kedua ini. Untuk lebih baik menjadi organisasi yang sistemik, organisasi yang munadzdzam, organisasi yang satu komando," kata Kiai Miftah.


Di akhir pidato, Kiai Miftah berterima kasih kepada segenap jamaah Puncak Resepsi 1 Abad NU. Ia berharap NU di abad kedua makin bisa berkiprah untuk masyarakat.


"Terima kasih semuanya, terutama organisasi-organisasi kemasyarakatan, organisasi keislaman yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu. Terima kasih semuanya. Semoga kita di dalam menjalani 1 abad NU dan titik nol hari ini kita berangkat untuk menyongsong abad yang kedua, semoga diberikan maunah, kesehatan yang prima," harapnya.


Hadir dalam kesempatan ini Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin, dan Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf bersama jajaran pengurus PBNU. Tampak pula puluhan ribu kader NU yang memenuhi tribun stadion dan lebih dari satu juta Nahdliyin di sekitar stadion.


Editor: Agung Gumelar


Editor:

Nasional Terbaru