Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

KH Abun Bunyamin: Nahdlatut Tujjar, Embrio NU dalam Kebangkitan Perekonomian Umat

KH Abun Bunyamin: Nahdlatut Tujjar, Embrio NU dalam Kebangkitan Perekonomian Umat
KH Abun Bunyamin: Nahdlatut Tujjar, Embrio NU dalam Kebangkitan Perekonomian Umat. (Foto: Riki Baehaki).
KH Abun Bunyamin: Nahdlatut Tujjar, Embrio NU dalam Kebangkitan Perekonomian Umat. (Foto: Riki Baehaki).

 Sumedang, NU Online Jabar
Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Abun Bunyamin ingatkan semangat Nahdlatut Tujjar (NT) yang merupakan embrio Nahdlatul Ulama dalam bidang ekonomi. 


"Nahdlatul Ulama itu dulunya organisasi dagang bernama Nahdlatut Tujjar atau kebangkitan pedagang. Embrio daripada NU adalah kewisausahaan. Kita maju untuk perekonomian mandiri," ungkap kiai Abun dalam tausiyahnya pada Konferensi Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Minggu (22/5). 


Menurut kiai Abun, yang menjadi problem di Nahdlatul Ulama adalah kemandirian, yang juga menjadi tema dalam kegiatan ini yaitu Membangun Militansi dan Kemandirian Organisasi Menuju Berdirinya Satu Abad Nahdlatul Ulama. 


Kemandirian itu, sambungnya, berkaitan erat dengan profesi kita dalam mengemban amanah di Nahdlatul Ulama. Artinya kita harus menjadikan sandaran di organisasi terhadap kemampuan kita. Kalaupun kita mengandalkan bantuan dari orang lain, tidak menjadi satu-satunya jalan. 


"Maka saya di pesanten mempunyai prinsip bahwa kita dibantu karena maju bukan maju karena dibantu, sehingga kalo mereka tidak membantu kita, kita tetap berusaha untuk terus maju," jelas kiai Abun. 


Kiai Abun menerangkan dirinya selalu berpegang pada hadis Nabi SAW yang berbunyi,  didiklah anak kalian dengan berdagang, jangan didik anak kalian menjadi penerima upah atau buruh. Selain itu, Nabi SAW pernah berkata bila rizki Allah SWT itu sepuluh, maka sembilanya diberikan kepada pedagang. 


Salah satu, lanjutnya, yang membesarkan Al Muhajirin adalah karena jiwa bedagang. Kiai Abun mengaku dirinya senang berdagang atau bisnis, baik jual beli tanah, buka toko, percetakan, termasuk usaha travel haji dan umrah. 


"Kita harus punya usaha, kalo kita tidak punya usaha, akan ketergantungan kepada orang lain. Saya menjadi orang yang sangat senang membantu, bukan senang dibantu, menandakan bahwa kita memiliki kemampanan. Namun bila ada yang memberi mah alhamdulillah, pasti diterima," pungkas kiai Abun sambil berkelakar. 


Pewarta: Riki Baehaki
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×