Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Ketika Cucu Kiai Fuad Hasyim Buntet Khutbah di Kantor Staff  Presiden

Ketika Cucu Kiai Fuad Hasyim Buntet Khutbah di Kantor Staff  Presiden
Cucu Kiai Fuad Hasyim Buntet-Cirebon, Gus Ahmad Fida Ghifar Hasyim saat di Undang Khutbah di Komplek Istana Merdeka, Jumat (26/11).
Cucu Kiai Fuad Hasyim Buntet-Cirebon, Gus Ahmad Fida Ghifar Hasyim saat di Undang Khutbah di Komplek Istana Merdeka, Jumat (26/11).

Jakarta, NU Online Jabar
Cucu Kiai Fuad Hasyim Buntet-Cirebon, Gus Ahmad Fida Ghifar Hasyim diundang secara khusus oleh Kantor Staff Presiden (KSP) untuk menyampaikan khutbah Jum’at sekaligus menjadi imam di komplek Istana Merdeka Jalan Merdeka Utara Jakarta, Jum’at (26/11). 

Di hadapan Kepala Staff Presiden,  Jendral (Purn.) H. Moeldoko dan puluhan jamaah yang terdiri dari para staff dan unsur lainnya, kiai muda yang akrab dipanggil Gus Fida ini menyampaikan materi khutbah tentang kekuatan doa di masa pandemi Covid-19. 

“Ketika pandemi Covid-19 masih mendera, ketika semua orang menjauh dari kita, ketika masalah menjerat kita dan ketika kesedihan melanda kita, jangan bersedih dan jangan berkecil hati, karena Allah akan mendekat dan mengabulkan doa kita, manakala kita melangitkan doa-doa,” ungkap pengasuh Pesantren Nadwatul Falah Buntet Pesantren Cirebon ini. 

Kiai muda alumni Pesantren Al-Falah Ploso-Kediri ini dalam khutbahnya menegaskan, terkait dengan masa pandemi yang masih belum berahir, disamping ikhtiar lahiriyyah, kita juga dituntut untuk ikhtiar bathiniyyah dengan semakin meningkatkan taqwa, serta memperbanyak do’a. 

“Masing-masing dari kita harus selalu bersabar akan hasil dari do’a yang kita panjatkan, jangan sampai hal tersebut membuat kita putus asa,  karena Allah adalah dzat yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengijabah doa para hambanya, pada sesuatu yang Allah pilihkan untuk kita, bukan apa yang kita pilihkan untuk diri kita sendiri, dan pada waktu yang Allah kehendaki, bukan pada waktu yang kita inginkan,” 

Gus Fida juga mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk senantiasa mendukung program pemerintah dalam upaya menghadapi Covid-19. “Ketaatan kepada pemerintah adalah perintah agama, dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa kita harus taat kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri atau pemerintah, apalagi menghadapi masalah sulit seperti saat ini maka dibutuhkan ketaatan, kekompakan dan kebersamaan agar pandemi ini segera berahir,” kata Gus Fida.

“Hentikan semua perdebatan, hentikan semua kecurigaan dan kebencian kepada pemerintah, karena kita yakin pemerintah mempunyai tujuan mulia untuk menyelamatkan seluruh anak bangsa dari bencana dunia ini,” tutup Gus Fida.

Setelah selesai melaksanakan sholat Jum’at, Gus Fida didampingi tokoh muda NU Indramayu, Purnomo Bramantyo berkesempatan berdialog dengan Kepala Staff Presiden, Jendral (Purn.) H. Moeldoko. Pada kesempataan itu Moeldoko menyampaikan, anak-anak muda NU harus tampil dan ambil bagian dalam setiap momentum keagamaan. “Jangan sampai ruang-ruang tersebut diisi oleh orang yang tadak mumpuni dari segi keilmuan, akan tetapi pandai beretorika dan selalu provokatif,” ungkap Moeldoko.

“Ceramah kiai NU itu sejuk dan menentramkan, apa yang disampaikan oleh Gus Fida dalam khutbah tadi juga sangat menyejukkan, inspiratif dan memberikan solusi kepada kita semua, semoga bangsa kita bisa segera keluar dari pandemi ini,” pungkas Kepala Staff Presiden, Jendral (Purn.) H. Moeldoko.

Pewarta: Iing Rohimin
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik