• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Kota Bandung

Kirab Merah Putih, Habib Luthfi: Untuk Kembalikan Kecintaan Kepada Bangsa dan Tanah Air

Kirab Merah Putih, Habib Luthfi: Untuk Kembalikan Kecintaan Kepada Bangsa dan Tanah Air
Kirab Merah Putih, Habib Luthfi: Untuk Kembalikan Kecintaan Kepada Bangsa dan Tanah Air
Kirab Merah Putih, Habib Luthfi: Untuk Kembalikan Kecintaan Kepada Bangsa dan Tanah Air

Bandung, NU Online Jabar
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau yang populer dikenal sebagai Abah Habib Luthfi menungkapkan, kirab merah putih yang digelar oleh lintas elemen mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh bangsa, Polri, pemuda hingga mahasiswa merupakan untuk membangkitkan rasa kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.


“Dengan adanya kirab merah putih pagi hari ini, untuk menguak, untuk mengembalikan, menambah kecintaan kita kepada bangsa dan tanah airnya dengan dasar ketuhanan yang maha esa,” ungkapnya saat acara pelepasan kirab merah putih bersama Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sebagaimana tayangan Channel Youtube Polri TV, Ahad (28/8/2022) pagi.


Merdekanya Indonesia kata Habib Luthfi tidak terlepas dari perjuangan para pahlawan, “Godaan 350 tahun lalu kita sudah lalui penuh perjuangan, sehingga bisa berkibar Sang Saka Merah Putih bukan hadiah, tapi merah putih tegaknya karena berdarah cukup jasa-jasa para pendahulu pendiri bangsa ini," ujar ulama karismatik Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) ini.


Masyarakat Indonesia lanjutnya, perlu berterima kasih kepada para pahlawan pendiri bangsa. "Apa terima kasih kita kepada para beliau tentunya sebagai generasi penerus bisa membangun, bisa memberikan kontribusi, bisa memberikan jawaban atas segala kekurangan kekurangan yang ada pada diri kita," tuturnya.


Habib luthfi mengingatkan, perlunya menanamkan rasa cinta tanah ari dalam diri setiap orang.


“Terkadang para bapak para ibu kita untuk membetulkan sangsaka merah putih di jalan yang miring saja, ditiangnya, terkadang sulit, tidak terpanggil, kalau orang yang terpanggil akan berhenti naik sepeda atau kendaraan, ini bendera kok kenapa, kok bisa miring karena tahu dalam bendera itu ada apa, bukan sekedar merah putih,” katanya


“Kalau kita mengerti menghormati itu bukan mitos, luruskan karena itu kehormatan bangsa setuju, jangan diam saja kalau melihat merah putih gak bener,” tegasnya.


Dalam bendera merah putih ini kata Habib Luthfi terdapat tiga hal yang perlu diketahui, yaitu kehormatan bangsa, harga diri bangsa, dan jati diri bangsa.

 

“Maka apabila cinta tanah air ini semakin melekat, semakin kuat, kita akan tahu hebatnya kehormatan bangsa, harga diri bangsa, jati diri bangsa, semoga ini terukir disetiap lubuk hati kita semua, lebih jauh untuk memiliki Indonesia,” terangnya.


Lebih lanjut ia menyebutkan bendera merah putih yang memiliki panjang kurang lebih 1.700 meter ini melambangkan nilai-nilai perjuangan mencapai kemerdekaan yang tidak pernah putus sejak masa penjajahan kolonial 350 tahun lalu. 


"Dengan adanya kirab pagi hari ini, tunjukkan kita siap menggunakan merah putih sampai kapan pun, kita bertekad untuk menjaga NKRI harga mati," tuturnya.


Perlu diketahui, acara kirab bendera ini secara resmi dilepaskan oleh Presiden Joko Widodo dengan didampingi Kapolri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Maulana Habib Luthfi di depan Istana Merdeka. Adapun kirab ini digelar dari depan Istana Merdeka Jakarta hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI).


Pewarta: Abdul Manap


Kota Bandung Terbaru