• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Kota Bandung

Gus Baha: Penyelesaian Masalah Tanpa Amarah Kunci Menjaga Ukhuwah

Gus Baha: Penyelesaian Masalah Tanpa Amarah Kunci Menjaga Ukhuwah
Gus Baha. (Tangkapan layar Youtube Universitas Gadjah Mada)
Gus Baha. (Tangkapan layar Youtube Universitas Gadjah Mada)

Bandung, NU Online Jabar
Tidak semua permasalahan harus diselesaikan dengan amarah, teguran atau lewat proses hukum formal alias pengadilan. Tindakan tersebut merupakan awal dari tidak adanya kekerasan untuk menjaga ukhuwah. 


Demikian disampaikan KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) saat mengisi dialog Kebangsaan ‘Merawat Ukhuwah Kebangsaan Menjaga Persatuan Indonesia’ di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta pada Sabtu (4/3/2024). 


Gus Baha kemudian menceritakan kisah seorang pemuda non Muslim yang ingin masuk Islam tapi terhalang dengan kebiasaannya yang suka bermain seks (hiperseks). Kemudian ia bermaksud menemui Rasulullah Saw untuk menanyakan hal tersebut.


Namun, maksud dan tujuannya tersebut mendapat hambatan karena para sahabat yang melarang dirinya untuk bertemu Rasulullah Saw dan membuat gaduh suasana masjid. Rasulullah Saw kemudian bertanya kepada para sahabat.


“Kenapa ini gaduh?” tanya Rasulullah Saw. Para sahabat menjawab, “Ini ada pemuda yang ingin masuk Islam tapi dia minta izin supaya bisa tetap boleh berzina.” Singkat cerita, Rasulullah Saw kemudian memperbolehkan orang tersebut untuk menemuinya.


Setelah bertemu orang tersebut, Rasulullah Saw kemudian bertanya, “Apa betul kamu pemuda yang ingin masuk Islam tapi minta izin tetap boleh zina?” pemuda tersebut kemudian menjawab, “Benar ya Rasulullah.” 


Rasulullah Saw kembali bertanya, “Apakah kamu suka kalau ibumu profesinya seperti itu kemudian dinikmati orang lain?”, pemuda itu menjawab, “Tidak nabi, kalau ada orang seperti itu sama saya dipukul.” Rasulullah bertanya, “Kamu suka punya putri yang menjadi mainan orang-orang seperti itu?”. “Tentu tidak ya Rasul.” 


Rasulullah Saw terus bertanya kepada pemuda itu sampai menyebutkan orang-orang yang dicintainya. Sampai akhirnya pemuda itu berkata, “Demi Allah saya tidak pernah melihat sesuatu seburuk itu (zina) dan demi Allah saya tidak akan zina lagi.”


Gus Baha menjelaskan bahwa Rasulullah menjawab pertanyaan pemuda tersebut tanpa amarah sedikit pun meski sempat membuat gaduh para sahabat karena keinginannya itu. 


“Jadi logikanya disetting sama Nabi dan Nabi tidak mengancam (pemuda tersebut) dengan neraka, tidak marah, tapi logikanya diatur,” jelas Gus Baha dalam tayangan video di kanal Youtube Universitas Gadjah Mada dikutip NU Online Jabar, Kamis (18/4/2024). 


Gus Baha menjelaskan bahwa menjaga kemajemukan (ukhuwah) dimulai dengan cara menyelesaikan masalah yang tidak dengan amarah atau pun cara-cara yang justru dapat menimbulkan masalah baru.


“Dalam banyak cerita di Qur’an di hadits itu suka hal-hal yang kecil yang bersifat keseharian,” tutupnya.


Pewarta: Agung Gumelar


Kota Bandung Terbaru