• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 28 Mei 2024

Keislaman

Tuntunan Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid Lengkap

Tuntunan Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid Lengkap
Tuntunan Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid. (Foto: NU Online Jabar)
Tuntunan Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid. (Foto: NU Online Jabar)

Bandung, NU Online Jabar 


Jika masuk ke dalam masjid hendaklah melakukan shalat sunnah dua rakaat terlebih dahulu sebelum duduk. Shalat sunnah ini dinamakan shalat sunnah tahiyatul masjid yang berarti shalat untuk menghormati masjid. 


Shalat sunnah tahiyatul masjid ialah shalat sunnah yang dikerjakan oleh jamaah yang sedang masuk ke masjid, baik pada hari Jumat maupun hari lainnya di waktu siang dan malam. 


Orang yang masuk ke masjid di kala khatib sedang berkhutbah, hendaklah shalat tahiyatul masjid dilakukan dengan ringan, artinya shalat sunnahnya dikerjakan tidak terlalu lama untuk segera dapat mendengarkan khatib. 


Kesunnahan shalat Tahiyatul Masjid berdasarkan hadits Rasulullah ﷺ yang berbunyi:


 إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ، فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِس 


Artinya, “Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid maka hendaklah ia mengerjakan shalat dua rakaat sebelum ia duduk” (HR Abu Qatadah).


Berikut tuntunan shalat sunnah tahiyatul masjid 


Pertama, membaca niat shalat sunnah tahiyatul masjid berbarengan dengan takbiratul ihram


أُصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 


Ushallî tahiyatal masjidi rak’ataini sunnatan lillîhi ta’âla Artinya, “Saya shalat Tahiyatul Masjid dua rakaat sunnah karena Allah ta’ala.”


Kedua, membaca surat al-Fatihah (wajib) dan surat al-Kafirun (sunnah) pada rakaat yang pertama. 


Surat Al Fatihah

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

Surat Al Kafirun
​​​​​​​

​​​​​​​بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ

لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ

وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ


Ketiga, membaca surat al-Fatihah (wajib) dan surat al-Ikhlas (sunnah) pada rakaat yang kedua.   

 

Surat Al Ikhlas

​​​​​​​بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ


Kemudian ditutup shalat dengan salam.


Hanya saja, shalat Tahiyatul Masjid mempunyai aturan secara khusus yang tidak dimiliki shalat sunnah lainnya, yaitu harus dilakukan di dalam masjid. Oleh karenanya, shalat sunnah yang satu ini hanya dianjurkan bagi orang-orang yang memasuki masjid, bukan yang lainnya.


Pewarta: Agung Gumelar


Keislaman Terbaru