• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Rabu, 24 April 2024

Kabupaten Tasikmalaya

Temukan Obat Antimalaria, Siswa MAN 2 Tasikmalaya Raih Medali Emas Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2023

Temukan Obat Antimalaria, Siswa MAN 2 Tasikmalaya Raih Medali Emas Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2023
Temukan Obat Antimalaria, Siswa MAN 2 Tasikmalaya Raih Medali Emas Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2023
Temukan Obat Antimalaria, Siswa MAN 2 Tasikmalaya Raih Medali Emas Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2023

Tasikmalaya, NU Online Jabar 
Muhammad Nafis Yusa (17) dan Agnia Khotimatuzzahro (18) berhasil meraih medali emas pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2023 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspenas) dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) pada 6-11 November 2023 di Universitas Tarumanegara dan Menara Peninsula Hotel dengan mengusung tema 'Merdeka Berprestasi, Talenta Sains Menginspirasi'.
    

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan peserta seleksi untuk jenjang SMP/Mts berjumlah 1.809 karya dan jenjang SMA/MA berjumlah 4.424 karya. 


Pada ajang ini, Tim MAN 2 Tasikmalaya berhasil meraih penghargaan medali emas pada bidang Matematika, Sains, dan Teknologi (MST) dengan judul penelitian 'Aktivitas Antimalaria Ekstrak Daun Bambusa vulgaris Ditinjau dari Perubahan Persen Parasitemia dan Reverse Docking Simulation'.


Atas prestasi yang diraih, Pembina Riset MAN 2 Tasikmalaya, Eneng Mahmudah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan menyampaikan terimakasih atas dukungan dari berbagai pihak. 


“Alhamdulillah, senang melihat prestasi siswa-siswi madrasah di kancah nasional. Mudah-mudahan bisa memberikan semangat untuk siswa yang lainnya. Terima kasih atas doa dan dukungan dari berbagai pihak terutama civitas akademika MAN 2 Tasikmalaya,” ujar Eneng Mahmudah, Kamis (10/11/2023).


Nafis dan Agnia memiliki motivasi yang kuat untuk berprestasi di ajang penelitian bergengsi ini. Dua siswa yang bercita-cita melanjutkan kuliah ke ITB ini juga ingin membuktikan bahwa siswa Madrasah bukan hanya siswa yang fokus di bidang agama, melainkan juga dapat menjadi ahli penelitian sains dan teknologi. 


“Kami bangga sekali menjadi siswa madrasah yang ikut olimpiade penelitian di tingkat nasional. Kami juga selalu diberi motivasi oleh Ibu Eneng Mahmudah (Pembina Riset) untuk menunjukkan prestasi dari kalangan siswa madrasah,” tutur Nafis.


Penelitian yang dilakukan tersebut mengantarkan Tim Riset MAN 2 Tasikmalaya menjadi satu-satunya Madrasah Aliyah peraih medali emas dari Jawa Barat adalah mengenai obat malaria. Mereka menekuni penelitian mengenai potensi antimalaria dari daun pohon bambu sampul garis selama 6 bulan. Mereka melakukan berbagai metode pengujian untuk membuktikan bahwa ekstrak daun bambu ini memiliki sifat antimalaria. 


“Kesimpulannya, ekstrak daun Bambusa vulgaris benar-benar memiliki sifat antimalaria atau menghambat malaria ditinjau dari penurunan persen parasitemia dan pengujin secara komputasi berdasarkan Reverse Molecular Docking,” tambah Agnia saat diwawancara.


Keduanya sempat mengalami beberapa kendala seperti kesulitan memahami metode penelitian yang kompleks dan keharusan fokus meneliti di tengah berbagai kegiatan. Namun, kesulitan-kesulitan tersebut berhasil dihadapi atas dukungan dari berbagai pihak. 


“Alhamdulillah sekolah, orang tua, para guru, pembina, termasuk pondok pesantren memberikan dukungan yang sangat besar hingga kita meraih prestasi di tingkat nasional,” kata Nafis.


Pasca meraih prestasi tersebut, Nafis dan Agnia sangat bahagia atas raihan keduanya di pengujung pengabdiannya sebagai siswa kelas 12. 


Selain itu, mereka berharap dapat terus berkarya dengan menemukan inovasi-inovasi lainnya melalui penelitian. Nafis sangat berharap bisa menjadi mahasiswa Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB. Sementara Agnia ingin menjadi mahasiswi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayatii (SITH) ITB. 


Tidak hanya itu, keduanya juga berharap, jika kelak setelah menjadi mahasiswa akan melanjutkan inovasi mereka di bidang penelitian. Mereka juga memberikan motivasi untuk seluruh siswa agar tetap semangat dan konsisten dalam kebaikan. 


“Tetap semangat dan jaga konsistensi dalam berkarya dengan manajemen waktu yang baik,” pungkas Agnia sebagai pesan. 


“Gagal sekali jangan langsung menyerah. Saya sejak kelas 10 ikut berbagai kompetisi dan selalu gagal. Namun terus berusaha hingga akhirnya bisa mendapatkan prestasi yang luar biasa ini. Kenali dirimu sendiri dan gali potensi pada dirimu,” tambah Nafis.


Sebagai informasi, selain sekolah di MAN 2 Tasikmalaya, kedua siswa ini juga merupakan santri mukimin Pondok Pesantren Cipasung.


Pewarta: Muhamad Wafa Ridwanulloh


Kabupaten Tasikmalaya Terbaru