• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Sabtu, 20 April 2024

Kabupaten Cirebon

Ukir Prestasi di Tanah Turki, 32 Santri Bina Insan Mulia Cirebon Diterima di Kampus Eropa

Ukir Prestasi di Tanah Turki, 32 Santri Bina Insan Mulia Cirebon Diterima di Kampus Eropa
Keberangkatan 32 Santri Bina Insan Mulia Cirebon ke Eropa
Keberangkatan 32 Santri Bina Insan Mulia Cirebon ke Eropa

Cirebon, NU Online Jabar
Pendidikan tinggi di luar negeri semakin menjadi pilihan menjanjikan bagi para pelajar Indonesia, terutama bagi santri Pesantren Bina Insan Mulia. Sebanyak 32 santri dari pesantren bergengsi ini telah berhasil diterima di berbagai kampus ternama di Turki, menandai pencapaian baru dalam upaya pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan, sains, dan teknologi.


Pesantren Bina Insan Mulia, yang telah mengirim ratusan alumninya ke kampus-kampus terkemuka di Turki, seperti Ankara University dan Istanbul University, kembali menyumbangkan prestasi dengan mengirimkan 32 santrinya ke beberapa kampus bergengsi di negeri tersebut. Kampus-kampus tersebut termasuk Bursa Uludag University, Sakarya University, Izmir Dokuz Eylül Üniversity, Ankara University, Sabancy University, Bandirma University, Cankaya University, dan Istanbul University.


Para santri ini akan mengejar berbagai bidang studi, mencakup communication, Islamic studies, mechanical engineering, textile engineering, labour economic and industrial relation, biology, management information system, international relation, business administration, dan law.


Proses seleksi yang ketat, melibatkan tahapan administrasi, akademik, dan YOS (Year of Study) telah menentukan mereka yang layak untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Antusiasme dan minat tinggi dari lulusan Pesantren Bina Insan Mulia untuk mengejar pendidikan tinggi di Turki semakin mengukuhkan tekad Pengasuh Pesantren, KH Imam Jazuli, untuk melahirkan 1000 sarjana strata master dan doktor luar negeri lulusan Pesantren Bina Insan Mulia pada tahun 2028.


Tak hanya ke Turki, namun lulusan Madrasah Aliyah Unggulan Bertaraf International (MAUBI) dan SMK Bina Insan Mulia juga telah melangkah ke berbagai negara, termasuk Tunisia, Jordan, Taiwan, Mesir, Jerman, Perancis, China, Malaysia, Australia, Jepang, dan lainnya.


Dalam acara pelepasan yang khidmat, Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli, memberikan pesan khusus kepada para santri. Beliau menyoroti keunggulan belajar di luar negeri, termasuk penguasaan bahasa asing, metode pembelajaran, dan jejaring internasional, yang memberikan branding unggul bagi lulusan.


"Branding dari lulusan Eropa atau Amerika akan memberikan nilai tambah dibanding dengan lulusan kampus lain di dalam negeri. Ini terbukti dari keberhasilan tokoh-tokoh di berbagai bidang yang berkiprah saat ini," ujarnya.


Namun, KH Imam Jazuli juga menekankan pentingnya kembali ke tanah air setelah menyelesaikan pendidikan, dengan menyampaikan pesan khusus kepada para santri yang akan berangkat ke Turki.


"Jangan lama-lama di Turki. Cukup sampai S1 saja, kalau bisa. Lanjutkan studi S2 dan S3 di negara-negara yang lebih maju, seperti Amerika atau Eropa, dengan menekuni bidang yang benar-benar akan dibutuhkan oleh pembangunan Indonesia," tandasnya.


Mengakhiri acara pelepasan, Kiai Imam Jazuli memberikan pesan bijak tentang komitmen untuk mengamalkan ilmu di dalam negeri. Beliau memberikan contoh dari pengalamannya sendiri, mengingatkan bahwa meskipun pengalaman di luar negeri bisa memberikan penghasilan lebih tinggi, membangun masa depan di dalam negeri juga memiliki nilai yang tak ternilai.


"Saya mendapatkan banyak hal yang tidak saya dapatkan seandainya saya terus lanjut tinggal di luar negeri," tegasnya sambil mengingatkan para santri untuk tetap berkomitmen pada pengabdiannya kepada Indonesia. Sebelum berdoa bersama, beliau mengakhiri acara dengan candaan, "Saya doakan semoga kalian mendapatkan pasangan hidup dengan orang Turki atau orang Eropa lain untuk memperbaiki keturunan," pungkasnya
 


Kabupaten Cirebon Terbaru