• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Sabtu, 20 April 2024

Kabupaten Cirebon

54 Lulusan Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon Lanjutkan Studi ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir

54 Lulusan Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon Lanjutkan Studi ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir
Alumni Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon di Bandara saat mau keberangkatan ke Mesir
Alumni Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon di Bandara saat mau keberangkatan ke Mesir

Cirebon, NU Online Jabar
Universitas Al-Azhar Kairo Mesir kembali menjadi destinasi unggulan bagi para santri Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon. Sebanyak 54 lulusan pesantren tersebut akan melanjutkan studi mereka di universitas bergengsi tersebut pada tahun ini.


Sejak berdiri pada tahun 970 M, Universitas Al-Azhar Kairo telah memikat banyak pelajar Islam di seluruh dunia dengan pesona, kharisma, dan keunggulan yang sulit diatasi oleh lembaga pendidikan lainnya. Bagi keluarga besar Pesantren Bina Insan Mulia, Al-Azhar memiliki makna khusus, terutama karena beberapa ustadz dan ustadzah di pesantren tersebut juga merupakan lulusan Al-Azhar.


Hubungan erat antara Pesantren Bina Insan Mulia dan Universitas Al-Azhar semakin terjalin kuat, dengan lebih dari 300 lulusan pesantren yang saat ini masih menempuh studi di Al-Azhar. Pesantren ini bahkan menargetkan 1000 sarjana master dan doktor lulusan luar negeri dari alumni Bina Insan Mulia pada tahun 2028.


Prestasi ini semakin mengukuhkan hubungan antara pesantren dan Al-Azhar, terutama setelah Pesantren Bina Insan Mulia menjadi tempat pengabdian utusan Al-Azhar di kawasan Asia Tenggara. Dr. Syaikh Ali Al-Alam dikirim ke pesantren tersebut untuk memberikan pembelajaran bahasa Arab dengan metode Al-Azhar.


Meskipun jumlah lulusan Bina Insan Mulia yang masuk Al-Azhar tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya, yaitu 92 orang, hal ini disebabkan oleh peningkatan penerimaan di kampus-kampus di Timur Tengah yang memiliki kerja sama dengan pesantren melalui MoU dan beasiswa.


Tahun ini, 26 lulusan Bina Insan Mulia diterima di Universitas Az-Zaitunah Tunisia, 32 di beberapa kampus di Turki, dan 29 orang di dua kampus ternama di Taiwan. Para lulusan juga tersebar di berbagai negara seperti Cina, Australia, Malaysia,
dan Jerman.


Pada acara pelepasan alumni Pesantren Bina Insan Mulia 2023, Pengasuh Pesantren KH. Imam Jazuli menyampaikan pesan penting terkait keunggulan belajar di Universitas Al-Azhar. Menurutnya, Al-Azhar adalah kampus besar dengan reputasi dunia dan jaringan alumni yang luas, memberikan manfaat besar bagi para lulusan.

 

Ia menekankan bahwa lulusan Al-Azhar akan mendapatkan keuntungan besar dari nama besar dan reputasi universitas tersebut. Mereka akan lebih mudah menjalin relasi dengan tokoh-tokoh, pemimpin, dan pakar yang merupakan alumni Al-Azhar. Di Indonesia sendiri, ratusan bahkan ribuan alumni Al-Azhar berkiprah di berbagai bidang, termasuk di posisi-posisi penting seperti pengasuh pesantren, rektor, tokoh ormas, kepala daerah, pengusaha, menteri, dai, para profesional, dan bahkan presiden, seperti Presiden Abdurrahman Wahid.


Imam Jazuli juga memberikan gambaran tentang lingkungan belajar di Al-Azhar, mencatat keberlimpahan sumberdaya dan fasilitas keilmuan, ketersediaan profesor, kelas internasional, perpustakaan lengkap, dan lingkungan yang sangat mendukung. Namun, ia menegaskan bahwa kesuksesan di Al-Azhar hanya dapat diraih oleh mereka yang memiliki kemauan kuat untuk maju dan rencana matang.


Sebelum acara ditutup dengan doa, Imam Jazuli mengingatkan para santri yang akan berangkat ke Al-Azhar untuk bijak dalam memilih pergaulan. Lingkungan yang sangat luas di Al-Azhar mengandung beragam manusia, sehingga memilih pergaulan yang tepat menjadi kunci kesuksesan mereka di negeri piramida tersebut.


Editor: Abdul Manap


Kabupaten Cirebon Terbaru