Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Sambut Baik Hadirnya NU di Arjawinangun, Kades Siap Dukung Program NU

Sambut Baik Hadirnya NU di Arjawinangun, Kades Siap Dukung Program NU
Kepala Desa Arjawinangun, H Maman (Batik Cokelat) saat menghadiri acara Lailatul Ijtima' dan Pelantikan Ranting NU Arjawinangun di Musala Eyang Mustaham, Desa Arjawinangun, Kamis (14/7/22). (Foto: Sofhal Adnan)
Kepala Desa Arjawinangun, H Maman (Batik Cokelat) saat menghadiri acara Lailatul Ijtima' dan Pelantikan Ranting NU Arjawinangun di Musala Eyang Mustaham, Desa Arjawinangun, Kamis (14/7/22). (Foto: Sofhal Adnan)

Cirebon, NU Online Jabar
Kepala Desa Arjawinangun, H Maman menyambut baik adanya kepengurusan NU di Desa Arjawinangun. Hal itu diungkapkannya saat menghadiri acara Lailatul Ijtima' dan Pelantikan Ranting NU Arjawinangun di Musala Eyang Mustaham, Desa Arjawinangun, Kamis (14/7/22). 

 

Ia mengucap syukur bahwa NU bisa hadir di Arjawinangun dengan mencerahkan diri. Dia juga siap mendukung segala bentuk kegiatan dan program-program NU di desanya. 

 

"Saya yakin, dengan adanya NU di Arjawinangun ini para tokoh masyarakat juga turut berbahagia. Saya juga akan mensupport kegiatan-kegiatan NU dalam program apapun itu, khususnya bagi pemberdayaan Desa Arjawinangun untuk kemajuan ranting kelak," katanya.

 

Lailatul ijtima’ dan pelantikan pengurus ranting NU Desa Arjawinangun ini mengusung tema ‘Meneguhkan Kemandirian Jam'iyah, Menyongsong Satu Abad NU’. 

 

Pada momen tersebut, Ketua NU Arjawinangun, KH Muhammad Mansur mengatakan, dengan dilantiknya Pimpinan Ranting NU Desa Arjawinangun, maka akan menumbuhkan ranting-ranting di 11 desa yang ada di Kecamatan Arjawinangun.

 

"Acara ini juga sekaligus momen dari kebahagiaan bersama dalam menjalankan roda organisasi NU," ujarnya.

 

Kiai Mansur menambahkan, dengan hadirnya ranting NU ini dapat menjadi percontohan bagi desa-desa yang belum terbentuk kepengurusan NU.

 

"Selain itu, MWCNU memiliki program kolaborasi beasiswa bersama kampus Bunga Bangsa Cirebon (BBC), STIKES Mahardika dengan mengajak pelajar yang ingin melanjutkan studi kuliah," kata Kiai Mansur.

 

Untuk program beasiswa ini, lanjut Kiai Mansur, jumlah total yang diberikan kepada LPTNU sebesar 20 Juta rupiah.

 

"Selain itu, kerja sama MWCNU juga terfokus pada pengembangan ekonomi organisasi yang ditopang oleh LPNU dalam kerja sama travel, baik dalam hal umroh, ziarah, dan lain sebagainya," ucapnya.

 

Kiai Mansur mengajak warga NU Arjawinangun untuk bersinergi, dan mewujudkan cita-cita bersama.

 

Dalam kesempatan yang sama, KH Mahsun Muhammad selaku Rais Syuriyah MWCNU Arjawinangun mengajak warga NU Arjawinangun untuk bersama bergerak dalam menghidupkan NU.

 

"Mari bergerak, karena bergerak itu menandakan ia hidup. Jika tidak bergerak, maka harus diwaspadai karena itu patut dipertanyakan ia masih hidup atau sudah mati?," ujarnya.

 

Kiai Mahsun menceritakan bahwa resolusi jihad NU itu perjuangan yang berdarah-darah dan penuh sejarah. Maka dari itu, lanjut Kiai Mahsun, nasihat KH Hasyim Asy'ari harus melekat selalu melekat di hati, bahwa siapa yang mengurusi NU maka akan dianggap sebagai santrinya, dan akan didoakan Khusnul khatimah beserta keluarganya.

 

"Harapan dari Lailatul Ijtima' ini sebagai malam berkumpul dan bertukar ilmu. Semoga NU bisa lebih kreatif, adaptif, dan inovatif," kata Kiai Mahsun.

 

Ia mengingatkan bahwa NU bukan hanya terfokus pada jam'iyyah. Akan tetapi NU juga fokus dalam passion kader yang sesuai dengan bidangnya masing-masing yang digiring untuk aktif di struktur departemen dan lembaga.

 

"Maka dari itu, terus bergerak adalah sebuah kata yang harus terus-menerus dipertahankan," tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua NU Arjawinangun, ustadz Amin Bunyamin menyampaikan, mimpi-mimpi NU saat ini harus diwujudkan bersama melalui jam'iyyah serta menjadi sebuah organisasi yang terstruktur dan dapat dibina.

 

"Harapan saya, NU ini akan menjadikan alat syiar Islam yang kokoh kepada masyarakat," katanya.

 

Rais Syuriyah NU Arjawinangun ustadz Mustopa mengatakan, dalam menyongsong Satu Abad NU, ia harus berperan aktif dalam setiap isu.

 

"Isu-isu yang selama ini bergulir itu harus dijadikan sebagai tantangan bersama. Selain itu kita juga harus menjaga tradisi NU yang tak boleh luntur dan ini sebagai tanggung jawab yang besar,” ucapnyua.

 

Ia berharap, dengan bergabungnya warga Arjawinangun di NU ini, NU bisa semakin kuat dan terus jaya sampai dunia akhirat.

 

Pewarta: Sofhal Adnan
Editor: Agung Gumelar

Kabiupaten Cirebon Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×