• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Sabtu, 20 April 2024

Kabupaten Cirebon

LPBINU Jabar Beri Pelatihan Penanggulangan Bencana di Desa Rancagoong dan Ciwalen

LPBINU Jabar Beri Pelatihan Penanggulangan Bencana di Desa Rancagoong dan Ciwalen
Ketua LPBINU Jabar Dadang Sudardja saat memberikan pelatihan penanggulangan bencana di Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Selasa (3/10/2023). (Foto: NU Online Jabar)
Ketua LPBINU Jabar Dadang Sudardja saat memberikan pelatihan penanggulangan bencana di Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Selasa (3/10/2023). (Foto: NU Online Jabar)

Cianjur, NU Online Jabar
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PBINU) Jawa Barat terus memberikan keseriusan dan perhatiannya terhadap korban gempa bumi yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat.


Kali ini, LPBINU Jabar memberikan pelatihan penanggulangan bencana di Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku dan Desa Ciwalen, Kecamatan Warung Kondang, Kabupaten Cianjur.


Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari mulai tanggal 3-4 Oktober 2023 di Aula Desa Rancaagoong dan Aula Desa Ciwalen dengan jumlah peserta mencapai 50 orang dari berbagai lembaga dan relawan bencana yang tergabung daam Pokja Destana.


Ketua LPBINU Jabar, Dadang Sudardja atau uwa Dadang menjelaskan, materi pelatihan penanggulangan bencana yang diberikan berupa pembuatan peta dan dokumen kajian risiko bencana. Selain itu, para peserta pelatihan penanggulangan bencana juga diberikan materi pelatihan manajemen tanggap darurat.


“Kegiatan ini dalam rangka program Desa Tangguh Bencana. Instruktur dan Fasilitator dari BPBD Kabupaten Cianjur, LPBINU Jawa Barat, PMI,” kata uwa Dadang kepada NU Online Jabar, Rabu (4/10/2023).


Kegiatan pelatihan penanggulangan bencana dibuka oleh Kabid Cegah Siaga BPBD kabupaten Cianjur yang mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur. 


Pelatihan ini mendapat respons yang positif dari BPBD, Kepala Desa dan seluruh peserta. Hal ini terlihat dari partisipasi peserta yang aktif. 


Selesai pelatihan peserta mendapat tugas untuk membuat Peta Visual dan Peta Partisipatif dan Dokumen Kajian Risiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana di tingkat desa, kemudian Rencana Penanggulangan Kedaruratan. 


“Untuk selanjutnya dokumen ini akan menjadi dokumen resmi desa yang disahkan oleh Kepala Desa menjadi program desa,” pungkas uwa Dadang.


Pewarta: Agung Gumelar


Kabupaten Cirebon Terbaru