• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Sabtu, 20 April 2024

Kabupaten Cirebon

Lesbumi dan RMI Jabar Akan Gelar Pentas Kolosal Kisah Sunan Gunung Djati

Lesbumi dan RMI Jabar Akan Gelar Pentas Kolosal Kisah Sunan Gunung Djati
Para santri sedang berlatih persiapan Pentas Kolosal Kisah Sunan Gunung Djati. (Foto: NU Online Jabar/Nasihin)
Para santri sedang berlatih persiapan Pentas Kolosal Kisah Sunan Gunung Djati. (Foto: NU Online Jabar/Nasihin)

Cirebon, NU Online Jabar
Dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2023, Lesbumi dan RMI Jawa Barat bekerja sama dengan Pesantren Bina Insan 2 akan menampilkan Pentas Kolosal yang melibatkan 204 Aktor, ratusan Penari, Pengiring Musik, pelantun nadzom serta ratusan penonton.


Acara Kolosal tersebut akan ditampilkan pada puncak Hari Santri 22 Oktober 2023 di Pesantren Bina Insan 2, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Suasana Pesantren yang asri ditambah fasilitas bangunan Pesantren yang terbuat dari kayu berbentuk joglo-joglo serasi dengan kisah yang akan diangkat. 


Kisah yang diangkat adalah kisah Sunan Gunung Djati yang menyebarkan Islam lewat budaya masyarakat saat itu. Sunan Gunung Djati harus berhadapan dengan berbagai masalah dan tantangan, dari kayakinan yang menyimpang, kemiskinan, kekeringan, gagal panen dan terjadi kegaduhan para petani dan nelayan akibat paceklik.


Wail Irsyad sebagai Produser acara didampingi Tony Supartono sebagai pelatih teater santri mengungkapkan, diangkatnya tokoh Sunan Gunung Djati adalah untuk mengingat kembali kisah perjalanan beliau dalam menyebarkan Islam.


"Sunan Gunung Djati adalah tokoh Cirebon yang menyebarkan Islam di Jawa Barat. Banyak sekali petuah beliau, baik petuah tentang hubungan antara manusia dengan Allah Swt (Hablumminalloh), dan Manusia dengan Manusia (Hablumminannas), syiar melalui budaya dengan tidak menghilangkan adat istiadat lokal,” ujarnya.


“Seperti salah satu petuah beliau 'Ingsun nitip tajug lan fakir miskin'. Beliau menitipkan Tajug atau Mesjid sebagai sarana ibadah manusia kepada Allah, Mesjid juga tempat sholat berjamaah, bersilaturahim. Kemudian fakir miskin adalah bagian dari urusan sosial yang harus diperhatikan," ungkap Wail.


Sekilas tentang pertunjukan kolosal tersebut akan diawali dengan adegan semua aktor berbaris di jalan menuju joglo agung, diikuti oleh para penonton. Aktor teater yang disebut Topeng Panji, Topeng Kelana, Petani dan Nelayan akan memainkan karakter sesuai perannya. Ada yang membawa atribut daun pisang, daun Djati, obor, goni dan atribut lain.


Setelah semua aktor berbaris dan diikuti para penonton, aktor memasuki joglo agung atau aula besar. Di dalam joglo agung aktor akan menampilkan koreografi yang indah. Koreo yang ditampilkan itu diasuh Tony Supartono dan Salira, yang beberapa pekan lalu menggelar workshop. Kemudian koreo diiringi musik terbangan diisi nadzoman yang diasuh M. Dimyati atau biasa di panggil Kang Ranyay.


Pada pentas kolosal ini, kisah Sunan Gunung Djati mengajak masyarakat mengenal Islam, menangani paceklik, mengeluarkan karomah hujan sampai memberikan petuah akan ditampilkan di bagian Wayang Tavip yang akan dimainkan dan diasuh oleh M. Tavip dibantu para santri yang lulus seleksi workshop Wayang.


“Pentas ini akan dilangsungkan malam hari ba’da Isya. Area joglo agung bagian luar dan dalam akan dihiasi tata cahaya atau lighting, dekorasi tempat, area pentas wayang akan di desain oleh Riky Arief Rahman yang sering disapa Mang Oet,” ujarnya.


“Acara kerja sama Lesbumi, RMI dan Pesantren Bina Insan 2 ini adalah kolaborasi yang menampilkan tontonan dan tuntunan yang tentunya akan sangat menarik dan insyaallah Pentas Kolosal ini akan disiarkan langsung oleh NU Jabar Online dan Media Pesantren Bima 2,” tandasnya. 


Kontributor: Nasihin


Kabupaten Cirebon Terbaru