• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 26 Februari 2024

Kabupaten Cirebon

Kunjungi Buntet, KMNU ITB Kenalkan Hasil Riset dan Ajak Pesantren Jadi Laboratorium Inovasi Teknologi Berkelanjutan

Kunjungi Buntet, KMNU ITB Kenalkan Hasil Riset dan Ajak Pesantren Jadi Laboratorium Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Rombongan KMNU ITB mengadakan rihlah di Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (9/2/2023) (Foto: NU Online)
Rombongan KMNU ITB mengadakan rihlah di Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (9/2/2023) (Foto: NU Online)

Cirebon, NU Online Jabar
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Institut Teknologi Bandung (KMNU ITB) mengadakan kunjungan ke Pondok Pesantren Buntet Asy Syakiroh Cirebon pada Jumat (9/2/2023). Rombongan yang terdiri dari 33 orang, terdiri dari beragam mahasiswa lintas angkatan dan jurusan di ITB, serta tamu undangan dari Mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad).


Kunjungan ini merupakan bagian dari rihlah ke Sunan Gunung Djati Cirebon yang diselenggarakan KMNU ITB. 


Ketua KMNU ITB 2024-2025, Iqbal Musthofa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program besar organisasi tersebut. Selain sebagai ajang ziarah ke makam wali dan untuk meningkatkan kekompakan internal, rihlah ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan hasil-hasil riset dan inovasi dari para anggota KMNU ITB.


"Kita punya banyak talenta individu yang luar biasa. Ketua Google Development Club, Ketua AKSITARU Indonesia, pengusaha tambang, dan para guru besar ada di tempat kami. Fokus kami ingin bersama sama membangkitkan desa melalui peran pesantren sebagai laboratorium inovasi teknologi berkelanjutan. Salah satunya, agenda tur teknologi ke pesantren-pesantren di Jawa, terutama di Desa Miskin Ekstrem," jelas Iqbal seperti dikutip dari laman NU Online, Senin (12/2/24)


Iqbal menambahkan bahwa pemilihan Pesantren Buntet Asy-Syakiroh sebagai destinasi pertama dilakukan untuk menjalin upaya transformasi dalam mencetak kader Nahdlatul Ulama di kalangan akademisi dan technopreneur melalui kolaborasi dengan PMII.


"Kalau PMII mencetak para birokrat dan politisi dari rahim NU. Saya lihat KMNU ini, terus fokus mencetak alumni penggiat kampus, pengusaha dan teknokrat. Sepertinya keduanya perlu kolaborasi dan saling mengisi ruang, misalkan dengan kita kolaborasi program riset atau penerapan teknologi bersama," kata Iqbal, mahasiswa aktif Oseanografi ITB 2021.


Senada dengan Iqbal Mustofa, Ahmad Mutawally Nawwar, Ketua Google Development Students Club, forum pimpinan mahasiswa penggiat web and developer apps, juga mengutarakan bahwa kegiatan ini akan meningkatkan konsolidasi internal para kader mahasiswa NU di ITB, mengingat ITB ini memiliki 3 kampus yang berlokasi berbeda.


"Kami punya 3 kampus di lokasi berbeda, di Ganesha Kota Bandung, Jatinangor Sumedang, dan Arjawinangun Cirebon. Saya harap, semua kader bergerak dari potensi internal dan masalah dari tiap wilayah," jelas Nawar kepada tim. 


Abdullah Syukri, Pengurus Pondok Pesantren Asy-Syakiroh dan juga merupakan Ketua Umum PB PMII juga mengapresiasi inisiatif kegiatan rihlah sivitas Mahasiswa NU ITB. 


​​​​​​​Abe sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa kegiatan kunjungan ini diharapkan mampu membangun potensi kekuatan bagi jamaah NU. Abe juga menilai perlunya ada wadah akselerasi bagi rekan rekan KMNU yang potensial baik dalam negeri atau diaspora.


"Berbagai talent temen-teman ke depan akan sangat membantu jamaah NU. Saya ingin ada peran suatu saat, ada ruang, ada kebijakan yang mampu mendorong kontribusi dan ide dari teman-teman," jelas Abe.   


Menanggapi hal itu, Eko Fajar Setiawan salah seorang perwakilan dari AKSITARU Indonesia menyampaikan bahwa terpilihnya Pondok Pesantren Buntet Asy Syaukuroh ini sangat diharapkan menjadi akselerator untuk menciptakan peran nyata dan sumbangsih keluarga Mahasiswa NU mengentaskan kemiskinan ekstrem di Jawa Barat.


"Saya melihat bahwa Kabupaten Cirebon ini punya masalah soal miskin ekstrem. Padahal potensi lembaga pendidikan kita kuat sekali. Teknologi yang kita kembangkan, perlu mengarah pada market and community driven. Makanya perlu berkelanjutan," jelas Eko yang juga perwakilan Alumni KMNU ITB 


Eko juga menambahkan bahwa peran AKSITARU sebagai akademi kader teknik, konstruksi dan tata ruang di antaranya untuk meningkatkan keterampilan kader dan talenta muda perguruan tinggi mencetak peluang pengembangan bisnis sosial berbasis industrialisasi desa. Ia juga mendorong adanya kemitraan antara KMNU dengan AKSITARU Indonesia.   


"Kalau saya lihat, KMNU punya massa yang cerdas. Adik-adik KMNU bisa berkembang sebagai talent kami untuk terlibat sebagai tim riset, promotor riset/teknologi, diseminator teknologi, dan kader aktivator BUMDes/Koperasi di desa. Kami punya 5 workshop teknologi dan 3000 Penggerak Desa mitra," jelas Eko.
 


Kabupaten Cirebon Terbaru